Kantung mata dapat muncul akibat berbagai faktor. Kondisi ini kerap membuat wajah tampak lelah dan kurang segar. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Saat ini, hadir Cellbooster Shape, inovasi perawatan estetika asal Swiss yang dirancang khusus untuk membantu mengatasi penumpukan lemak, termasuk di area bawah mata. Dengan pendekatan re-shaping dari dalam kulit, Cellbooster Shape tidak hanya membantu mengurangi tampilan kantung mata, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kualitas kulit secara menyeluruh.
Mengatasi Kantung Mata dengan Cellbooster Shape
Cellbooster Shape merupakan inovasi perawatan estetika asal Swiss yang dirancang untuk membantu mengatasi penumpukan lemak di area tertentu, termasuk area bawah mata. Treatment ini bekerja dengan pendekatan re-shaping dari dalam kulit, sehingga mampu memperbaiki tampilan area bawah mata.
Formulasi Cellbooster Shape mengombinasikan Hyaluronic Acid dengan L-Carnitine, Vitamin C, dan Biotin. Kombinasi bahan aktif ini bekerja secara sinergis untuk membantu mengubah lemak menjadi energi, mengurangi timbunan lemak berlebih sekaligus meningkatkan kualitas kulit.
Keunggulan Cellbooster Shape semakin diperkuat dengan penggunaan CHAC Technology yang telah dipatenkan. Teknologi ini membuat hyaluronic acid menjadi lebih stabil dan tahan lama setelah diinjeksi sehingga bahan aktif dapat terserap secara optimal dan memberikan hasil yang lebih efektif serta bertahan lebih lama dibandingkan perawatan sejenis.
Selain untuk kantung mata, Cellbooster Shape juga memiliki manfaat luas untuk area lain, seperti membantu mengurangi double chin, selulit, serta kulit yang mulai kendur sekaligus meningkatkan kelembapan kulit secara menyeluruh.
Keunggulan lainnya, treatment ini minim downtime sehingga Anda dapat kembali beraktivitas setelah prosedur. Hasilnya memang muncul secara bertahap, namun akan terlihat semakin optimal setelah beberapa sesi perawatan.

Penyebab Kantung Mata
Berikut ini adalah berbagai faktor yang dapat menyebabkan munculnya kantung mata:
1. Kurang Tidur
Kurang tidur merupakan penyebab kantung mata yang paling umum. Saat tubuh tidak mendapatkan istirahat yang cukup, pembuluh darah di bawah kulit tipis area mata akan melebar sehingga warna gelap di bawah mata tampak lebih jelas. Selain itu, kurang tidur juga meningkatkan produksi hormon kortisol yang dapat memicu peradangan dan retensi cairan. Penumpukan cairan inilah yang membuat area bawah mata terlihat bengkak dan membentuk kantung mata. Kebiasaan begadang atau pola tidur yang tidak teratur dapat memperburuk kondisi ini.
2. Konsumsi Makanan Tinggi Garam
Asupan garam berlebihan dapat menyebabkan tubuh menahan cairan atau dikenal sebagai retensi cairan. Cairan yang tertahan ini dapat terakumulasi di berbagai bagian tubuh, termasuk di area kelopak mata bawah yang memiliki jaringan sangat halus. Akibatnya, bagian bawah mata terlihat bengkak dan kantung mata menjadi lebih jelas. Selain berdampak pada penampilan, konsumsi garam berlebih juga berisiko menimbulkan masalah kesehatan lain sehingga penting untuk membatasi asupan garam harian sesuai anjuran.
3. Iritasi di Area Mata
Iritasi akibat penggunaan kosmetik yang tidak sesuai, mengandung bahan keras, atau kebiasaan tidak membersihkan wajah sebelum tidur dapat memicu peradangan di sekitar mata. Ketika kulit mengalami iritasi, jaringan di bawah mata dapat membengkak sebagai respons alami tubuh. Karena kulit di sekitar mata sangat tipis dan sensitif, pembengkakan akibat iritasi akan tampak lebih nyata dan mudah membentuk kantung mata.
4. Kebiasaan Merokok
Merokok dapat mempercepat proses penuaan kulit, termasuk di area sekitar mata. Zat kimia dalam rokok merusak kolagen dan elastin yang berfungsi menjaga kekencangan kulit. Akibatnya, otot dan jaringan penopang mata menjadi lemah, sementara kulit di bawah mata menjadi semakin tipis. Kondisi ini membuat pembuluh darah lebih terlihat dan menyebabkan tampilan mata panda serta kantung mata yang lebih menonjol.
5. Alergi
Alergi yang dipicu oleh debu, serbuk sari, atau bulu hewan dapat menyebabkan pelepasan histamin dalam tubuh. Histamin memicu pelebaran pembuluh darah dan peradangan di area mata, sehingga menimbulkan pembengkakan. Pada penderita alergi, kondisi ini sering disertai gejala mata merah, berair, dan gatal serta munculnya kantung mata dan lingkaran hitam di bawah mata.
6. Faktor Genetik
Kantung mata juga dapat disebabkan oleh faktor keturunan. Jika orang tua atau anggota keluarga memiliki kantung mata atau lingkaran hitam di bawah mata, kemungkinan kondisi serupa akan muncul pada generasi berikutnya. Kantung mata akibat faktor genetik biasanya muncul sejak usia muda dan cenderung sulit dihilangkan hanya dengan perawatan sehari-hari, sehingga sering kali memerlukan tindakan medis tertentu.
7. Penuaan
Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastin dalam kulit akan menurun secara alami. Otot serta jaringan penopang di sekitar mata menjadi melemah, kulit mulai mengendur, dan lemak di sekitar mata dapat bergeser ke area bawah mata. Selain itu, cairan lebih mudah menumpuk di bagian tersebut. Kombinasi dari perubahan ini menyebabkan kantung mata tampak lebih jelas pada usia yang lebih matang.
8. Dehidrasi dan Pola Makan Tidak Seimbang
Kurangnya asupan cairan dapat membuat kulit terlihat lebih tipis dan kurang kenyal, sehingga kantung mata tampak lebih menonjol. Pola makan yang rendah protein juga dapat melemahkan struktur jaringan kulit. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, tetapi juga berdampak pada tampilan area bawah mata.
9. Stres Berlebihan
Stres yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh dan melemahkan jaringan kulit. Dampaknya, kulit di sekitar mata menjadi kurang elastis dan lebih mudah mengalami penumpukan cairan. Selain itu, stres sering kali memicu gangguan tidur, yang secara tidak langsung memperburuk tampilan kantung mata.
10. Konsumsi Kafein dan Alkohol Berlebihan
Terlalu banyak mengonsumsi kafein dan alkohol dapat menyebabkan dehidrasi serta mengganggu kualitas tidur. Kedua hal ini berkontribusi terhadap munculnya kantung mata karena tubuh tidak memiliki waktu dan kondisi optimal untuk melakukan regenerasi kulit, terutama di area bawah mata.
11. Paparan Sinar Matahari Berlebih
Paparan sinar UV yang berlebihan dapat merusak kolagen dan elastin pada kulit, menyebabkan penuaan dini dan hilangnya elastisitas kulit. Area bawah mata yang tidak terlindungi dengan baik akan lebih cepat menunjukkan tanda-tanda penuaan, termasuk munculnya kantung mata.
12. Perubahan Hormonal
Perubahan hormon, seperti yang terjadi saat kehamilan, menstruasi, atau menopause, dapat memengaruhi retensi cairan dan kondisi kulit. Ketidakseimbangan hormon ini dapat menyebabkan pembengkakan di area bawah mata dan memperjelas tampilan kantung mata.
13. Kondisi Medis Tertentu
Dalam beberapa kasus, kantung mata dapat menjadi tanda adanya kondisi medis, seperti gangguan tiroid (misalnya Graves disease) atau penyakit ginjal. Pada gangguan tiroid mata, sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan lemak dan otot di rongga mata, menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Jika kantung mata muncul secara tiba-tiba atau disertai keluhan lain, pemeriksaan medis sangat dianjurkan.
Simpulan
Kantung mata merupakan kondisi yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Dalam kondisi ini, Cellbooster Shape hadir sebagai solusi perawatan estetika inovatif asal Swiss yang bekerja dari dalam kulit untuk membantu mengatasi kantung mata dengan menyeluruh.
Teknologi CHAC pada produk ini memungkinkan bahan aktif bekerja lebih stabil, terserap optimal, dan memberikan hasil yang bertahan lebih lama. Keunggulan lainnya adalah minim downtime, menjadikan Cellbooster Shape pilihan tepat bagi Anda yang ingin mengatasi kantung mata secara efektif, cepat, dan aman.
Segera konsultasikan masalah kantung mata dengan dokter kulit di klinik kecantikan terdekat. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Cellbooster Shape, Anda dapat mengunjungi Instagram @st_aes, @cellbooster.id, website stindonesia.com atau hubungi kami melalui whatsapp 082225267741.

