PT Sometech Indonesia (STI) turut berpartisipasi dalam International Congress of Aesthetic Medicine (ICAM) 2026. Acara ini berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 di Pullman Jakarta Central Park Hotel.
Melalui event ini, STI memperkenalkan berbagai inovasi produk dan teknologi estetika kepada para profesional medis. Salah satu agendanya adalah symposium bertajuk “P-PCL: Innovation, Safety, and Optimized Clinical Outcomes.”
Sesi ini menghadirkan dr. Theressia Handayani, M.Biomed (AAM) sebagai pembicara. Beliau membahas perkembangan collagen biostimulator, khususnya Porous Polycaprolactone (P-PCL) pada LAFULLEN.
Tren Perawatan Estetika: Dari Mengisi Volume hingga Merangsang Kolagen Alami
Kebutuhan masyarakat terhadap perawatan estetika terus berkembang. Kini, semakin banyak pasien menginginkan hasil peremajaan wajah yang natural, bertahap, dan tahan lama.
Dalam presentasinya, dr. Theressia membahas perubahan tren tersebut. Perawatan estetika kini tidak hanya berfokus pada penambahan volume wajah. Pendekatannya juga mulai mempertimbangkan proses biologis alami kulit.
“Pasien kini menginginkan hasil yang berkembang secara bertahap, terlihat alami, dan bertahan lebih lama, bukan sekadar wajah yang langsung terlihat lebih penuh,” jelas dr. Theressia

Salah satu pendekatan yang semakin mendapat perhatian adalah penggunaan collagen biostimulator. Bahan ini digunakan dalam prosedur estetika untuk membantu merangsang pembentukan kolagen pada jaringan kulit.
Kolagen merupakan protein penting yang menjaga struktur, kekencangan, dan elastisitas kulit.
Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami dapat menurun. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya garis halus, berkurangnya kekencangan, dan perubahan kontur wajah.
Mengenal LAFULLEN dan Porous PCL (P-PCL)
Dalam symposium ICAM 2026, dr. Theressia memperkenalkan LAFULLEN, collagen biostimulator berbasis Porous Polycaprolactone (P-PCL).
LAFULLEN dikembangkan menggunakan Samyang SEP Technology (Evenly Distributed Porous Particle Technology).
Teknologi ini dirancang untuk menghasilkan partikel PCL dengan struktur berpori. Ukuran dan bentuk partikelnya juga dibuat lebih seragam.
PCL konvensional umumnya memiliki struktur partikel yang padat. Sementara itu, P-PCL memiliki pori-pori yang mendukung interaksi dengan jaringan dan proses stimulasi kolagen.
LAFULLEN juga menggunakan Carboxymethylcellulose (CMC) gel sebagai bahan pembawa. Gel ini membantu memberikan efek volume awal sekaligus mendukung distribusi partikel dalam jaringan.
Kombinasi tersebut dirancang untuk membantu memperbaiki kualitas kulit dan mengembalikan volume wajah secara bertahap. Tujuannya adalah menghasilkan tampilan wajah yang tetap natural.
Mengapa Teknologi dan Keamanan Menjadi Hal Penting?
Selain inovasi teknologi, keamanan menjadi salah satu fokus utama dalam perawatan estetika.
Menurut dr. Theressia, keberhasilan perawatan estetika juga bergantung pada pemilihan pasien, teknik tindakan, dan evaluasi setelah perawatan juga berperan penting.
Beliau juga membagikan pengalaman klinis dalam menggunakan LAFULLEN P-PCL Collagen Biostimulator. Pembahasan tersebut menekankan pentingnya pendekatan yang tepat untuk mengoptimalkan hasil perawatan.
dr. Theressia juga menyampaikan bahwa pasien perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang kompeten. Pemeriksaan medis membantu menentukan kesesuaian dan keamanan tindakan.
Hasil Natural yang Berkembang Secara Bertahap
Symposium ini juga membahas hasil perawatan dari waktu ke waktu. Fokusnya bukan hanya perubahan volume wajah, tetapi juga kualitas kulit.
dr. Theressia membagikan beberapa dokumentasi dari praktik klinisnya. Salah satunya merupakan kasus dengan masa pemantauan sekitar 17 bulan.
Pada kasus tersebut, beliau mengamati perubahan volume wajah dan tekstur kulit. Dokumentasi ini menggambarkan potensi pendekatan stimulasi kolagen dalam perawatan estetika jangka panjang.
STI Mendukung Edukasi dan Inovasi Kedokteran Estetika
Partisipasi STI dalam ICAM 2026 menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap perkembangan dan kemajuan kedokteran estetika di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, STI tidak hanya memperkenalkan produk dan teknologi inovatif. STI juga mendukung pertukaran pengetahuan dan pengalaman klinis antartenaga medis.
Symposium bersama dr. Theressia Handayani menjadi salah satu bentuk dukungan tersebut. Sesi ini menggabungkan edukasi ilmiah, inovasi produk, dan pembahasan praktik klinis.
P-PCL juga membuka peluang bagi perkembangan pendekatan peremajaan kulit. Perawatan estetika kini semakin mempertimbangkan kualitas jaringan kulit, bukan hanya penampilan luar.
STI berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan edukasi guna mendukung kemajuan kedokteran estetika di Indonesia.
Tentang LAFULLEN
LAFULLEN merupakan collagen biostimulator berbasis Porous Polycaprolactone (P-PCL) dengan Samyang SEP Technology.
Produk ini dikembangkan untuk mendukung stimulasi kolagen dan membantu mengembalikan volume wajah secara natural.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai LAFULLEN dan inovasi estetika lainnya, hubungi kami melalui whatsapp 082225267741, instagram @st_aes, atau kunjungi website stindonesia.com.
