Skip to content
logo STI blue-05 (1)
  • Medical
  • Aesthetic
  • Dental
  • About Us
  • Service Center
  • News
    • Aesthetic
    • Medical
    • Dental
  • Career
  • Contact Us
Menu
  • Medical
  • Aesthetic
  • Dental
  • About Us
  • Service Center
  • News
    • Aesthetic
    • Medical
    • Dental
  • Career
  • Contact Us

Home / News / Dental / Sakit Gigi Tidak Selalu Bisa Ditambal!

Sakit Gigi Tidak Selalu Bisa Ditambal!

  • Admin Web
  • April 21, 2026
  • 2:32 am
  • No Comments

Table of Contents

Gambar 1. Kondisi yang tidak cukup ditangani dengan tambalan biasa 

Sakit gigi tidak selalu bisa ditambal, terutama jika kerusakan sudah terlalu dalam atau terjadi infeksi di dalam gigi. Banyak orang mengira semua sakit gigi cukup diatasi dengan tambal, padahal dalam beberapa kasus, tambal gigi justru tidak menyelesaikan masalah.

Kalau kamu pernah mengalami sakit gigi berlubang, nyeri berdenyut sampai ganggu tidur kamu, dan sudah ditambal tapi masih tetap sakit. Itu bisa jadi tanda bahwa tambalan bukan solusi yang tepat.

Kenapa Tidak Semua Sakit Gigi Bisa Ditambal?

Tambalan gigi hanya berfungsi untuk menutup bagian gigi yang rusak di permukaan. Namun, jika kerusakan sudah masuk ke dalam, maka tambalan bukanlah solusi yang tepat.

Berikut beberapa alasannya:

  • Kerusakan sudah mencapai saraf gigi

Jika lubang gigi sudah mencapai bagian dalam gigi, maka bakteri sudah masuk ke inti gigi. Akibatnya, infeksi tetap ada di dalam dan akan menjadi lebih parah.

  • Terjadi infeksi atau nanah

Infeksi di dalam gigi tidak bisa ditutup begitu saja dengan tambalan. Jika dipaksakan, bakteri tetap akan berkembang di dalam dan rasa sakit bisa kembali muncul. 

  • Struktur gigi sudah rusak 

Pada kondisi tertentu, bagian gigi yang tersisa sudah terlalu rapuh atau hancur. Tambalan tidak akan cukup kuat untuk menahan fungsi kunyah. Tambalan yang dipaksakan akan mudah lepas atau menyebabkan gigi retak lebih lanjut.

Solusi Sakit Gigi Selain Ditambal

Setiap kondisi gigi membutuhkan penanganan yang berbeda. Berikut beberapa solusi yang biasanya direkomendasikan dokter:

  • Perawatan saluran akar 

Jika saraf gigi sudah terinfeksi, maka Perawatan Saluran Akar (PSA) menjadi langkah utama. PSA membantu kamu untuk:

  • Membersihkan bagian dalam gigi 
  • Menghilangkan infeksi 
  • Menutup kembali agar tidak terjadi infeksi lagi 
Baca Juga:  Waspada Gigi Membusuk

Saat ini, banyak klinik gigi sudah menggunakan teknologi modern seperti Endo-Wiz untuk membantu proses PSA. Hal ini dikarenakan:

  • Endo-Wiz membantu pembersihan saluran akar lebih akurat 
  • Proses lebih cepat 
  • Tidak perlu bolak balik ke klinik 
  • Waktu perawatan lebih cepat dari metode biasa 
  • Pemasangan crown 

Crown adalah topi yang menutup seluruh permukaan mahkota gigi yang tersisa. Digunakan ketika struktur gigi sudah tidak cukup kuat untuk ditambal, namun akarnya masih sehat. Crown bisa dipasang setelah PSA, atau pada gigi yang retak/pecah tapi akarnya masih baik. 

  • Pencabutan gigi 

Dilakukan jika gigi sudah tidak bisa diselamatkan. Namun, dokter akan selalu mengutamakan untuk mempertahankan gigi asli selama masih memungkinkan. Salah satunya, yaitu dengan perawatan saluran akar Endo-Wiz. Sebab, mempertahankan gigi alami lebih baik daripada harus mencabut gigi dan memasang gigi palsu. 

Jangan tunggu sampai gigi semakin parah. Segera konsultasikan ke dokter gigi dan tanyakan tentang perawatan dengan dukungan teknologi Endo-Wiz.  

Instagram : @sti.dental
WhatsApp: 0823-1118-9934
Website: stindonesia.com

PrevPreviousGusi Bengkak dan Nyeri, Bahaya Gak?

Need Help or Guidance?

Contact ST Indonesia

PT. SOMETECH INDONESIA
Copyrights @2023, All Rights Reserved

Opening Hours:
Monday – Friday 8am – 5pm

Offices & Branch :

  • Jakarta
    AKR Tower Lt 11 unit 11G
    Jl. Panjang No.5, Kebon Jeruk Jakarta Barat, DKI Jakarta
    INDONESIA
  • Surabaya
    STI - Ruko
    Jl. Raya Kupang Jaya No.B8, Surabaya, Jawa Timur
    INDONESIA
Contact :
  • (021) 533 447 55
  • +62 822-2526-7741
  • admstindo@gmail.com
Follow Us:
  • @sti_medical
  • @st_medicaldevice
  • @st_aes
  • ST Indonesia Medical
  • ST Indonesia Aesthetic