Selulit umumnya muncul di area tubuh yang memiliki lapisan lemak lebih banyak, seperti paha, bokong, perut, pinggul, lengan atas, dan payudara. Meskipun tidak berbahaya dan tidak menimbulkan masalah kesehatan serius, selulit kerap menjadi keluhan estetika yang memengaruhi rasa percaya diri. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja penyebab serta berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan selulit. Solusi yang direkomendasikan untuk membantu mengurangi tampilan selulit secara optimal adalah treatment Cellbooster Shape, yang dirancang khusus untuk menargetkan selulit dari dalam kulit.
Cara Menghilangkan Selulit
Berikut cara yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan selulit:
1. Treatment Cellbooster Shape
Treatment Cellbooster Shape merupakan pilihan perawatan yang efektif untuk membantu menyamarkan dan mengurangi tampilan selulit. Perawatan ini termasuk dalam kategori injectable skin booster yang diformulasikan khusus untuk menangani penumpukan lemak pada area tubuh tertentu sekaligus memperbaiki kualitas kulit.
Cellbooster Shape mengandung kombinasi hyaluronic acid, L-carnitine, dan vitamin C yang bekerja secara sinergis. Kandungan ini berperan dalam membantu merangsang proses metabolisme lemak menjadi energi, meningkatkan elastisitas kulit, serta memperbaiki kekenyalan dan struktur jaringan kulit. Selain itu, teknologi CHAC (Controlled Hybrid Active Concentration) memungkinkan bahan aktif bertahan lebih lama di dalam jaringan kulit setelah penyuntikan sehingga hasil perawatan dapat berlangsung lebih optimal dan bertahan lebih lama.
Dengan menjalani treatment Cellbooster Shape, tampilan selulit dapat berkurang secara bertahap dan signifikan serta permukaan kulit tampak lebih halus dan sehat. Perawatan ini tergolong aman dan telah didukung oleh berbagai studi klinis. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, dibutuhkan beberapa sesi perawatan. Oleh karena itu, konsultasi dengan tenaga medis profesional sangat dianjurkan guna menentukan protokol perawatan yang paling sesuai dengan kondisi kulit dan kebutuhan pasien.

2. Menurunkan Berat Badan Secara Sehat
Berat badan berlebih dapat membuat tampilan selulit semakin jelas. Menurunkan berat badan secara bertahap melalui pola makan seimbang dapat membantu menyamarkan selulit dan memperbaiki tampilan kulit.
3. Rutin Berolahraga
Olahraga membantu membakar lemak dan membentuk otot sehingga kulit tampak lebih kencang dan rata. Latihan seperti squat, lunges, bersepeda, berenang, dan jogging sangat bermanfaat untuk area paha dan bokong. Mengombinasikan latihan kardio dan latihan kekuatan membantu membakar lemak sekaligus meningkatkan elastisitas kulit. Jangan lupa melakukan pemanasan dan peregangan serta mencukupi asupan cairan agar kulit tidak mengalami dehidrasi.
4. Pijat Kulit
Cara menghilangkan selulit selanjutnya adalah dengan memijat kulit. Aktivitas ini membantu melancarkan peredaran darah dan drainase limfatik sehingga mengurangi penumpukan cairan di area selulit. Pijatan yang dilakukan secara rutin dapat membantu membuat permukaan kulit tampak lebih halus.
5. Menggunakan Krim dan Losion
Anda bisa menggunakan produk yang mengandung kafein dan retinol. Produk topikal yang mengandung kafein dapat membantu menyamarkan selulit dengan cara mengurangi cairan dalam sel lemak sehingga kulit tampak lebih rata. Selain itu, krim dengan kandungan retinol 0,3% dapat membantu menebalkan kulit dan mengurangi tampilan selulit. Penggunaan harus dilakukan secara rutin selama beberapa bulan untuk melihat hasilnya. Lakukan uji coba pada kulit terlebih dahulu untuk mencegah iritasi.
6. Mengonsumsi Makanan Kaya Serat
Pola makan sehat tidak secara langsung menghilangkan selulit, namun membantu mengurangi penumpukan lemak dan racun dalam tubuh. Konsumsi makanan tinggi serat, biji-bijian, dan kurangi asupan natrium dapat membantu menjaga kesehatan kulit.
7. Mencukupi Asupan Air
Dehidrasi dapat membuat kulit menjadi lebih tipis dan kering sehingga selulit lebih terlihat. Minum air putih yang cukup membantu menjaga kelembapan kulit sehingga tampilan selulit berkurang.
8. Menghentikan Kebiasaan Merokok
Merokok dapat mengganggu aliran darah dan suplai oksigen ke kulit, mempercepat penuaan, dan memperburuk tampilan selulit. Mengurangi atau menghentikan kebiasaan ini sangat dianjurkan untuk kesehatan kulit secara keseluruhan.
Penyebab Selulit
Selulit terbentuk akibat perubahan struktur jaringan kulit dan lemak di bawahnya. Secara umum, kondisi ini berkaitan erat dengan elastisitas kulit, distribusi lemak serta kekuatan jaringan ikat.
1. Kerusakan Kolagen dan Elastin
Kolagen merupakan protein utama yang berfungsi menjaga kekuatan dan elastisitas kulit. Ketika tubuh mengalami pertumbuhan atau perubahan ukuran secara cepat, seperti kenaikan berat badan, penurunan berat badan drastis, atau perubahan hormon, serat kolagen dan elastin dapat meregang melebihi batas kemampuannya. Hal ini menyebabkan terjadinya retakan pada jaringan kolagen di lapisan dermis yang kemudian tampak di permukaan kulit sebagai garis atau tekstur bergelombang.
2. Penumpukan Lemak di Bawah Kulit
Selulit juga terjadi akibat penumpukan lemak di antara jaringan ikat yang menghubungkan kulit dengan otot di bawahnya. Lemak tersebut mendorong kulit ke arah atas, sementara jaringan ikat menahannya. Tarikan dua arah ini membuat permukaan kulit tampak tidak rata, bergelombang, dan menyerupai kulit jeruk.
3. Faktor Jenis Kelamin
Selulit dapat dialami oleh siapa saja, namun wanita lebih rentan mengalaminya dibandingkan pria. Hal ini disebabkan oleh perbedaan struktur jaringan ikat dan distribusi lemak tubuh. Pada wanita, jaringan ikat cenderung tersusun vertikal dan lebih mudah meregang sehingga lemak lebih mudah menonjol ke permukaan kulit.
4. Pengaruh Hormon
Hormon memiliki peran besar dalam terbentuknya selulit. Beberapa hormon yang berpengaruh antara lain estrogen, insulin, hormon tiroid, prolaktin, dan noradrenalin. Pada wanita, hormon estrogen berperan dalam pengaturan penyimpanan lemak tubuh, terutama di area paha, bokong, dan payudara. Risiko munculnya selulit meningkat ketika kadar estrogen tinggi, seperti saat hamil, menyusui, atau penggunaan pil KB dalam jangka panjang.
Sementara pada pria, rendahnya kadar hormon testosteron dapat meningkatkan risiko selulit karena berkurangnya massa otot dan perubahan distribusi lemak.
5. Faktor Genetik
Riwayat keluarga juga berpengaruh terhadap munculnya selulit. Faktor genetik menentukan laju metabolisme, struktur kulit, serta pola distribusi lemak. Jika anggota keluarga memiliki selulit, maka risiko seseorang untuk mengalaminya juga lebih tinggi.
6. Pertambahan Usia
Seiring bertambahnya usia, kulit akan mengalami penurunan elastisitas, menjadi lebih tipis, dan melemah. Kondisi ini membuat kulit lebih mudah meregang dan selulit menjadi lebih terlihat.
7. Faktor Pendukung Lain
Beberapa kebiasaan dan kondisi dapat memperburuk selulit, seperti perubahan berat badan yang drastis, pola makan tidak sehat, kebiasaan merokok, kurangnya massa otot serta kesehatan kulit yang tidak terjaga. Meskipun demikian, faktor-faktor ini masih dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup.
Simpulan
Selulit merupakan kondisi umum yang terjadi akibat kombinasi faktor struktural kulit, hormon, genetik, usia, dan gaya hidup. Meskipun tidak berbahaya, selulit dapat memengaruhi penampilan dan kepercayaan diri. Penanganannya membutuhkan pendekatan menyeluruh dan konsisten. Untuk mendapatkan hasil yang cepat dengan perawatan yang aman, treatment Cellbooster Shape adalah pilihan yang tepat. Segera berkonsultasi dengan dokter kulit di klinik kecantikan terdekat. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang produk ini, Anda dapat mengunjungi Instagram @st_aes, @cellbooster.id, website stindonesia.com atau hubungi kami melalui whatsapp 082225267741.

