Double chin atau dagu berlipat kerap menjadi masalah estetika yang mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti kurangnya aktivitas fisik, mengonsumsi makanan tinggi gula, dan makan tidak terkontrol. Meski sering dianggap sulit diatasi, kini tersedia solusi yang dapat membantu mengurangi double chin secara lebih cepat dan efektif, yaitu treatment Cellbooster Shape. Produk ini merupakan premium skin booster inovatif dengan teknologi CHAC yang dirancang untuk membantu mengurangi lemak sekaligus mengencangkan kulit di area dagu dan wajah. Artikel ini akan membahas berbagai penyebab double chin serta cara cepat mengatasinya dengan Cellbooster Shape.
Treatment Cellbooster Shape untuk Atasi Double Chin
Treatment Cellbooster Shape adalah cara cepat dan efektif untuk mengatasi. Perawatan ini menggunakan skinbooster asal Swiss yang diformulasikan khusus untuk mampu membantu mengurangi penumpukan lemak pada area-area tertentu, termasuk bawah dagu. Kandungan aktif di dalamnya, seperti hyaluronic acid, L-carnitine, dan vitamin C bekerja secara sinergis untuk mendukung proses pemecahan lemak menjadi energi. Hasilnya, lemak di area dagu berkurang, sementara kulit akan tampak lebih kencang, kenyal, dan elastis.
Didukung oleh teknologi CHAC yang dipatenkan, bahan aktif Cellbooster Shape dapat bertahan lebih lama di dalam kulit setelah injeksi. Ini membantu memberikan hasil perawatan yang lebih optimal dan tahan lama. Tidak hanya efektif untuk mengatasi double chin, perawatan ini juga bermanfaat dalam membantu mengurangi selulit, mengencangkan kulit yang mulai mengendur, menyamarkan kantong mata serta menjaga kelembapan dan kualitas kulit secara keseluruhan.

Penyebab Double Chin
Double chin adalah kondisi ketika terjadi penumpukan lemak di area bawah dagu yang membuat tampilan dagu terlihat lebih tebal dan berlipat. Kondisi ini memang lebih sering ditemukan pada individu dengan berat badan berlebih, walaupun tidak menutup kemungkinan juga dialami oleh seseorang dengan berat badan ideal. Berikut beberapa faktor yang dapat memicu terbentuknya double chin:
1. Penumpukan Lemak Tubuh Berlebih
Penyebab paling umum dari double chin adalah kelebihan lemak tubuh. Ketika asupan kalori lebih besar dibandingkan energi yang dibakar, lemak akan menumpuk di berbagai area tubuh, termasuk wajah dan dagu. Semakin tinggi persentase lemak tubuh, semakin besar pula risiko munculnya lipatan di bawah dagu. Selain itu, seiring bertambahnya usia, metabolisme tubuh cenderung melambat sehingga lemak lebih mudah menumpuk di area tertentu.
2. Kurangnya Aktivitas Fisik atau Olahraga
Gaya hidup sedentari dan kurang olahraga dapat mempercepat penumpukan lemak. Minimnya aktivitas fisik membuat proses pembakaran lemak tidak optimal, sehingga lemak lebih mudah tersimpan, termasuk di area dagu dan leher. Olahraga yang tidak teratur juga berdampak pada menurunnya metabolisme tubuh.
3. Konsumsi Makanan dan Minuman Manis Berlebihan
Asupan gula yang berlebihan dapat memengaruhi kerja hormon dan proses biokimia tubuh sehingga meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Terutama gula fruktosa yang banyak terdapat pada minuman manis dan makanan olahan dapat mengganggu sensitivitas insulin dan mendorong terjadinya obesitas. Kelebihan berat badan inilah yang akhirnya menjadi penyebab double chin.
4. Konsumsi Makanan Asin atau Tinggi Sodium
Makanan tinggi garam, seperti junk food dan makanan olahan dapat menyebabkan tubuh menahan cairan lebih lama. Retensi cairan ini membuat wajah tampak lebih bengkak dan penuh, sehingga lipatan di bawah dagu menjadi lebih terlihat. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan.
5. Pola Makan Tidak Terkontrol dan Kecanduan Makanan
Kebiasaan makan berlebihan, terutama makanan tinggi gula dan lemak dapat memicu kecanduan makanan. Konsumsi gula diketahui dapat meningkatkan hormon dopamin di otak yang memberikan efek “senang” mirip dengan zat adiktif. Akibatnya, seseorang menjadi sulit mengontrol pola makan, asupan kalori meningkat, dan risiko obesitas pun bertambah, yang kemudian memicu munculnya double chin.
6. Faktor Usia
Pertambahan usia memengaruhi distribusi lemak dan kualitas kulit. Saat masih muda, lemak wajah umumnya tersebar merata dan kulit terlihat kencang. Namun seiring waktu, lemak dapat kehilangan volumenya, menggumpal, lalu bergeser ke bawah. Di saat yang sama, elastisitas kulit menurun sehingga kulit tidak lagi mampu menopang jaringan dengan baik. Akibatnya, kulit di area dagu dan leher menjadi kendur dan membentuk lipatan yang dikenal sebagai double chin.
7. Penurunan Elastisitas Kulit
Elastisitas kulit yang menurun membuat kulit lebih mudah mengendur, terutama di area rahang dan leher. Kondisi ini dapat dipicu oleh proses penuaan alami, paparan sinar matahari berlebih, pergerakan wajah yang berulang serta gaya hidup tidak sehat seperti merokok, konsumsi gula berlebih, dan sering mengonsumsi makanan cepat saji.
Itulah tujuh penyebab dan cara cepat mengatasi double chin dengan treatment Cellbooster Shape. Segera lakukan konsultasi dengan dokter kulit di klinik kecantikan terdekat untuk memasukkan perawatan Cellbooster Shape ke dalam rangkaian perawatan Anda. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang produk ini, Anda dapat mengunjungi Instagram @st_aes, @cellbooster.id, website stindonesia.com atau hubungi kami melalui whatsapp 082225267741.

