PT Sometech Indonesia (STI) kembali berpartisipasi dalam International Congress of Aesthetic Medicine (ICAM) 2026 yang berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 di Pullman Jakarta Central Park Hotel.
Dalam kesempatan ini, STI menghadirkan dr. Almond Wibowo, M.Biomed (AAM) sebagai pembicara. Beliau membawakan materi bertajuk “Lavieen Thulium Laser and the Future of Non-Ablative Skin Resurfacing.”
Melalui sesi tersebut, dr. Almond membahas perkembangan teknologi laser untuk mengatasi masalah pigmentasi, memperbaiki tampilan tekstur kulit, dan mendukung prosedur perawatan kulit modern.
Simposium ini juga memperkenalkan pendekatan perawatan yang menggabungkan teknologi laser dengan pemahaman mengenai proses regenerasi kulit.

Mengapa Masalah Pigmentasi Kulit Penting di Indonesia?
Indonesia merupakan negara tropis dengan paparan sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun. Kondisi ini membuat masalah pigmentasi menjadi salah satu keluhan yang sering ditemukan dalam praktik kedokteran estetika.
Dalam presentasinya, dr. Almond menjelaskan bahwa banyak pasien datang dengan keluhan warna kulit tidak merata, melasma, hingga sunspot.
Pigmentasi terjadi ketika produksi atau distribusi melanin pada kulit mengalami perubahan. Melanin sendiri merupakan pigmen alami yang menentukan warna kulit.
Paparan sinar ultraviolet, peradangan, dan berbagai faktor lainnya dapat memengaruhi proses pembentukan pigmen tersebut.
Menurut dr. Almond, penanganan pigmentasi membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan kondisi kulit pasien. Perawatan topikal dapat membantu mengontrol pembentukan pigmen baru. Sementara itu, teknologi berbasis energi dapat menjadi pilihan tambahan untuk menangani pigmentasi yang sudah terbentuk.
Mengenal LAVIEEN Thulium Laser
LAVIEEN merupakan teknologi laser berbasis Thulium 1927 nm yang digunakan dalam prosedur fractional skin resurfacing.
Berbeda dengan laser yang secara langsung menargetkan pigmen gelap, Thulium Laser memiliki air (water) sebagai kromofor utamanya.
Kromofor adalah komponen pada jaringan yang menyerap energi laser. Pada teknologi Thulium, penyerapan energi oleh air menghasilkan efek termal yang terkontrol pada jaringan kulit.
Dalam simposium, dr. Almond menjelaskan bahwa teknologi ini bekerja pada lapisan kulit yang berkaitan dengan proses pembentukan pigmen dan regenerasi.
Salah satu area yang dibahas adalah basement membrane, yaitu struktur yang berada di perbatasan epidermis dan dermis.
Area tersebut memiliki hubungan dengan berbagai aktivitas sel kulit, termasuk melanosit yang berperan dalam pembentukan melanin.
Melalui mekanisme fractional laser, energi diberikan pada titik-titik kecil di kulit. Pendekatan ini memungkinkan terbentuknya zona perawatan dengan jaringan di sekitarnya tetap dipertahankan.
Mengapa LAVIEEN Dikenal sebagai BB Laser?
Salah satu pembahasan menarik dalam simposium adalah alasan dr. Almond memilih teknologi LAVIEEN dalam praktik klinisnya.
Beliau menjelaskan bahwa Thulium Laser juga dikenal dengan istilah BB Laser di Korea karena digunakan untuk membantu memperbaiki tampilan warna kulit agar terlihat lebih merata.
Teknologi fractional menjadi salah satu karakteristik penting dalam prosedur ini.
Berbeda dengan tindakan full ablative yang mengangkat lapisan permukaan kulit secara lebih luas, pendekatan fractional memberikan energi pada area-area kecil.
Dengan pengaturan yang sesuai, teknologi ini dapat membantu memperbaiki tampilan kulit tanpa menyebabkan pengelupasan menyeluruh pada permukaan.
dr. Almond juga menyoroti pentingnya menghindari peradangan berlebihan, terutama pada pasien dengan kecenderungan hiperpigmentasi pasca inflamasi atau post-inflammatory hyperpigmentation (PIH).
Karena itu, pemilihan parameter laser perlu mempertimbangkan jenis kulit, kondisi pigmentasi, dan respons pasien.
LAVIEEN untuk Pigmentasi, Tekstur Kulit, dan Skin Tightening
Selain pigmentasi, dr. Almond membahas beberapa aplikasi Thulium Laser dalam praktik kedokteran estetika.
Teknologi ini dapat digunakan sebagai bagian dari pendekatan untuk memperbaiki tampilan tekstur kulit, garis halus, dan kualitas permukaan kulit.
Energi termal yang diberikan melalui prosedur laser juga berkaitan dengan proses collagen remodeling, yaitu perubahan struktur kolagen selama proses perbaikan jaringan.
Dalam presentasinya, dr. Almond menjelaskan bahwa pengaturan durasi pulsa dapat mempengaruhi karakteristik energi yang diberikan pada kulit.
Dengan demikian, dokter dapat menyesuaikan pendekatan berdasarkan tujuan perawatan.
Meski demikian, hasil tindakan tidak selalu sama pada setiap pasien. Jenis pigmentasi, kedalaman masalah kulit, serta kondisi jaringan menjadi pertimbangan penting.
Transepidermal Drug Delivery: Pendekatan Perawatan Kulit dan Rambut
Pembahasan lainnya adalah penggunaan Thulium Laser dalam transepidermal drug delivery.
Istilah ini merujuk pada pendekatan untuk membantu penghantaran bahan topikal melewati lapisan pelindung kulit.
Secara alami, kulit memiliki fungsi sebagai penghalang yang membatasi masuknya berbagai molekul dari luar.
Dalam prosedur fractional laser, terbentuknya zona perawatan mikro dapat memengaruhi permeabilitas kulit untuk sementara waktu.
dr. Almond menjelaskan bahwa pendekatan tersebut dapat dimanfaatkan dalam perawatan kulit maupun kulit kepala.
Pentingnya Perawatan Kulit Setelah Thulium Laser
Selain teknologi laser, dr. Almond menekankan pentingnya perawatan setelah prosedur.
Menurut penjelasannya, tindakan laser dapat menyebabkan peningkatan kehilangan air dari kulit selama proses pemulihan.
Kondisi ini dapat menimbulkan sensasi panas, kering, atau tidak nyaman.
Karena itu, menjaga kelembapan kulit menjadi bagian penting dalam perawatan pasca tindakan.
dr. Almond membahas konsep moist wound healing, yaitu pendekatan penyembuhan yang mempertahankan lingkungan lembap pada jaringan.
Lingkungan yang lembap dan terkontrol dapat membantu mendukung proses penyembuhan serta meningkatkan kenyamanan pasien.
Dalam konteks tersebut, beliau turut membahas potensi penggunaan chitosan, biomaterial yang memiliki sifat antiinflamasi dan telah diteliti dalam berbagai aplikasi perawatan luka.
Chitosan menjadi salah satu bahan yang dibahas sebagai bagian dari pendekatan perawatan pendukung setelah prosedur berbasis energi.
Kombinasi Teknologi untuk Perawatan yang Lebih Personal
Dalam simposium, dr. Almond juga menjelaskan bahwa tidak semua masalah kulit dapat ditangani hanya dengan satu teknologi.
Beliau membagikan pengalamannya mengombinasikan Thulium Laser dengan teknologi laser lain, termasuk Pico Laser, sesuai kebutuhan pasien.
Pendekatan ini berkaitan dengan perbedaan lokasi pigmentasi pada kulit.
Sebagian pigmentasi berada pada lapisan epidermis, sedangkan sebagian lainnya dapat melibatkan lapisan dermis.
Karena itu, pemeriksaan awal menjadi langkah penting sebelum menentukan prosedur.
dr. Almond menekankan bahwa energy-based devices dan injectable treatments memiliki fungsi yang berbeda dan dapat saling melengkapi.
Pemilihan kombinasi perawatan harus mempertimbangkan manfaat, risiko, dan kebutuhan masing-masing pasien.
STI Mendukung Inovasi Teknologi Laser di ICAM 2026
Partisipasi STI dalam ICAM 2026 merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung perkembangan teknologi kedokteran estetika di Indonesia.
Melalui simposium bersama dr. Almond Wibowo, M.Biomed (AAM), STI memperkenalkan perkembangan teknologi LAVIEEN Thulium Laser dan berbagai pendekatan klinis dalam perawatan kulit.
Sesi ini memberikan wawasan mengenai pigmentasi, mekanisme fractional laser, transepidermal drug delivery, hingga pentingnya perawatan pasca tindakan.
STI percaya bahwa perkembangan teknologi estetika perlu didukung oleh edukasi ilmiah, pemilihan prosedur yang tepat, dan perhatian terhadap keselamatan pasien.
Melalui inovasi seperti LAVIEEN, STI terus mendukung pendekatan perawatan kulit yang lebih personal dan berorientasi pada kualitas kulit jangka panjang.
Tentang LAVIEEN
LAVIEEN merupakan teknologi 1927 nm Thulium Fractional Laser yang digunakan dalam prosedur skin resurfacing untuk membantu memperbaiki tampilan warna dan tekstur kulit.
Pelajari lebih lanjut mengenai LAVIEEN dan inovasi estetika lainnya hubungi kami melalui whatsapp 082225267741, instagram @st_aes, atau kunjungi website stindonesia.com.
