Skip to content
logo STI blue-05 (1)
  • Medical
  • Aesthetic
  • Dental
  • About Us
  • Service Center
  • News
    • Aesthetic
    • Medical
    • Dental
  • Career
  • Contact Us
Menu
  • Medical
  • Aesthetic
  • Dental
  • About Us
  • Service Center
  • News
    • Aesthetic
    • Medical
    • Dental
  • Career
  • Contact Us
STI Hadirkan Dr. Hyung-Suk Kim di ARUNA International Summit 2026, Bahas Potensi Chitosan untuk Perawatan Rambut

Home / News / STI Hadirkan Dr. Hyung-Suk Kim di ARUNA International Summit 2026, Bahas Potensi Chitosan untuk Perawatan Rambut

STI Hadirkan Dr. Hyung-Suk Kim di ARUNA International Summit 2026, Bahas Potensi Chitosan untuk Perawatan Rambut

  • Admin Web
  • September 10, 2026
  • 4:03 am

Table of Contents

Perawatan rambut dan kulit kepala terus berkembang. Kini pilihan perawatan non-bedah semakin mendapat perhatian. Melihat perkembangan tersebut, ST INDONESIA (STI) menghadirkan Dr. Hyung-Suk Kim, Plastic Surgeon sekaligus pakar hair restoration dari Seoul, Korea Selatan, dalam rangkaian ARUNA International Summit 2026 yang berlangsung di Raffles Jakarta. Dalam sesi bertajuk “Chitosan for Hair and Scalp Care: Clinical Application and Value in Aesthetic Practice”, Dr. Hyung-Suk Kim membagikan pengalaman klinisnya mengenai penggunaan chitosan dalam perawatan rambut dan kulit kepala.

Selama lebih dari 15 tahun, Dr. Kim telah berfokus pada hair transplant surgery dan hair-loss treatment di Korea Selatan. Menurutnya, kebutuhan pasien kini mulai berkembang, dengan semakin banyaknya perhatian terhadap pilihan perawatan rambut non-bedah.

“Now the demand for non-surgical treatment is increasing, such as mesotherapy.”

“Sekarang, permintaan terhadap perawatan non-bedah semakin meningkat, seperti mesoterapi.”

Dari Hair Transplant hingga Perawatan Non-Bedah

Menurut Dr. Kim, perubahan kebutuhan pasien menjadi salah satu alasan pentingnya eksplorasi terhadap berbagai pendekatan baru dalam perawatan rambut.

Dalam mesoterapi untuk rambut, berbagai bahan seperti facial skin booster dan exosome telah digunakan. Namun, menurut pengalaman klinisnya, bahan-bahan tersebut pada awalnya tidak secara khusus dikembangkan untuk kondisi kerontokan rambut sehingga efektivitasnya pun terbatas.

Beberapa tahun lalu, Dr. Kim mulai menggunakan chitosan. Dari pengalaman penggunaannya, ia melihat adanya hasil yang menurutnya menarik dan kemudian terus mengeksplorasi potensi bahan tersebut dalam perawatan rambut.

“A few years ago, I was first introduced to chitosan, and the treatment outcomes were very faster and more stable than previous agents.”

“Beberapa tahun yang lalu, saya pertama kali diperkenalkan dengan chitosan, dan hasil perawatannya jauh lebih cepat serta lebih stabil dibandingkan dengan agen yang digunakan sebelumnya.”

Dr. Kim menyampaikan bahwa dirinya telah memiliki pengalaman dengan lebih dari 3.500 treatment menggunakan chitosan selama tiga tahun terakhir.

Baca Juga:  Begini Cara Mengatasi Kulit Kendur setelah Diet

Apa Itu Chitosan?

Lalu, sebenarnya apa itu chitosan?

Chitosan merupakan biopolimer alami yang memiliki berbagai karakteristik menarik dan telah digunakan dalam berbagai bidang. Salah satu karakteristik utamanya adalah adanya muatan positif pada molekulnya. Karakteristik tersebut memungkinkan chitosan berinteraksi dengan berbagai komponen yang memiliki muatan negatif.

Dalam konteks medis, chitosan dengan low molecular weight (LMW) telah menjadi salah satu bentuk yang banyak dikembangkan untuk berbagai aplikasi.

Chitosan juga dikenal memiliki karakteristik antibakteri, yang membuatnya menarik untuk dikaji dalam kaitannya dengan kondisi kulit kepala.

Menurut Dr. Kim, karakteristik tersebut menjadi salah satu alasan mengapa ia memilih chitosan untuk dieksplorasi dalam perawatan rambut.

ARCHE dan Ideal Size Chitosan

ARCHE merupakan medical-grade hair growth booster yang dikembangkan menggunakan teknologi Ideal Size Chitosan (ISC).

Melalui pendekatan tersebut, ukuran molekul chitosan dioptimalkan untuk mendukung penggunaannya dalam perawatan kulit kepala.

Dr. Kim menjelaskan bahwa terdapat beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan ketika memilih chitosan untuk penggunaan terapeutik, antara lain:

  • Pure mushroom chitosan
  • Enzymatic hydrolysis
  • Ideal-sized & low molecular weight soluble chitosan

Dr Kim juga menjelaskan bahwa penggunaan chitosan yang berasal dari jamur menjadi salah satu perhatian karena sumber bahan dapat memengaruhi karakteristik dan pertimbangan keamanan produk.

“A good solution features are: pure mushroom chitosan, enzymatic hydrolysis that preserves physiological properties, and a molecular size is ideal for hair-loss treatment.”

“Karakteristik dari solusi yang baik adalah menggunakan chitosan murni yang berasal dari jamur, melalui proses hidrolisis enzimatik yang mempertahankan sifat fisiologisnya, serta memiliki ukuran molekul yang ideal untuk perawatan rambut rontok.”

Seluruh karakteristik tersebut terdapat dalam ARCHE, menjadikannya salah satu solusi yang dirancang secara khusus untuk mendukung perawatan rambut dan membantu mengatasi kerontokan.

Baca Juga:  Kata Pasien Setelah Treatment Rambut Rontok dengan ARCHE
Dr. Hyung-Suk Kim di ARUNA International Summit 2026
Dr. Hyung-Suk Kim di ARUNA International Summit 2026

Protokol Perawatan ARCHE

Dalam praktik yang dibagikan Dr. Kim, penggunaan ARCHE untuk hair-loss treatment dilakukan melalui protokol yang relatif sederhana.

ARCHE diaplikasikan pada area kulit kepala yang mengalami kerontokan, kemudian dilanjutkan dengan microneedling treatment system (MTS). Dalam protokol yang ia gunakan, perawatan juga dapat dilanjutkan dengan far-infrared therapy dan low-level laser treatment.

Keseluruhan prosedur yang dipaparkan dapat dilakukan dalam waktu sekitar 20–30 menit.

Pendekatan tersebut memungkinkan perawatan rambut dilakukan tanpa prosedur bedah, sekaligus memberikan perhatian pada kondisi kulit kepala.

STI Hadirkan Dr. Hyung-Suk Kim di ARUNA International Summit 2026, Bahas Potensi Chitosan untuk Perawatan Rambut
Dr. Hyung-Suk Kim di ARUNA International Summit 2026

Pengalaman Klinis pada Berbagai Kondisi Rambut

Salah satu bagian menarik dari presentasi Dr. Kim adalah berbagai kasus yang ia bagikan berdasarkan pengalaman klinisnya.

Ia menunjukkan pengalaman penggunaan ARCHE pada pasien dengan berbagai kondisi, termasuk female pattern hair loss, alopecia areata, kerontokan rambut setelah kemoterapi, serta kondisi kulit kepala yang mengalami peradangan seperti seborrheic dermatitis.

Dr. Kim juga membagikan kasus pada pasien wanita dari berbagai kelompok usia, termasuk pasien pascamenopause.

Menurutnya, kondisi seperti kerontokan pada wanita pascamenopause dapat menjadi tantangan tersendiri dalam perawatan rambut.

“As you know, treating hair loss in menopausal women is very difficult.”

Dalam kasus yang ia tampilkan, terdapat perubahan positif setelah pasien menjalani perawatan dengan ARCHE secara berkala.

Tidak Hanya untuk Hair Growth

Menariknya, pembahasan Dr. Kim juga menunjukkan bahwa potensi chitosan tidak hanya untuk pertumbuhan rambut.

Karakteristik antibakteri dan antijamur membuat chitosan dapat digunakan untuk perawatan kulit kepala yang mengalami inflamasi.

Dr. Kim membagikan pengalaman penggunaan chitosan pada kondisi seperti seborrheic dermatitis dan kondisi kulit kepala dengan peradangan yang disertai masalah rambut.

Baca Juga:  Mengatasi Nevus of Ota dengan Teknologi Laser Picoalex

Mengapa Topik Ini Penting?

Kerontokan rambut dapat memiliki banyak penyebab dan jenis. Alopecia areata, telogen effluvium, androgenetic alopecia, traction alopecia, hingga kerontokan akibat kemoterapi merupakan beberapa kondisi yang memerlukan pendekatan berbeda.

Karena itu, mengenali penyebab kerontokan merupakan langkah penting sebelum memilih perawatan.

Melalui sesi ini, Dr. Kim mengajak para praktisi untuk melihat hair-loss treatment secara lebih komprehensif. Mulai dari memahami diagnosis, kondisi kulit kepala, hingga mengeksplorasi berbagai pilihan perawatan non-bedah yang terus berkembang.

“When you meet hair loss patients, there are many different diagnoses that you need to distinguish.”

“Ketika menangani pasien dengan kerontokan rambut, ada banyak diagnosis berbeda yang perlu dibedakan dan diidentifikasi.”

Membuka Perspektif Baru tentang Perawatan Rambut

Kehadiran Dr. Hyung-Suk Kim di ARUNA International Summit 2026 menjadi bagian dari komitmen STI untuk menghadirkan wawasan dan perkembangan terbaru di bidang aesthetic medicine, khususnya hair restoration.

Melalui pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang hair transplant dan hair-loss treatment serta ribuan pengalaman treatment menggunakan ARCHE, Dr. Kim memperkenalkan bagaimana chitosan dapat menjadi salah satu bahan yang dapat digunakan untuk perawatan rambut dan kulit kepala.

Pada akhirnya, perkembangan hair restoration bukan hanya tentang bagaimana menangani rambut yang telah mengalami kerontokan, tetapi juga tentang memahami folikel rambut, kulit kepala, dan berbagai faktor yang berperan dalam siklus pertumbuhan rambut.

Dan melalui inovasi seperti ARCHE dengan Ideal Size Chitosan (ISC), perkembangan tersebut terus membuka ruang untuk pendekatan baru dalam perawatan rambut non-bedah.

Karena rambut yang sehat dimulai dari pemahaman yang lebih baik tentang kulit kepala dan folikelnya.

PrevPreviousSTI Gelar Expert Session ARCHE Bersama Dr. Hyung-Suk Kim, Plastic Surgeon dan Pakar Hair Restoration Terkemuka dari Korea Selatan
Nextdr. Panji Respati, Sp.D.V.E di ARUNA 2026: Memahami Androgen Paradox dan Pendekatan Regeneratif ARCHE untuk Rambut PriaNext

Need Help or Guidance?

Contact ST Indonesia

PT. SOMETECH INDONESIA
Copyrights @2023, All Rights Reserved

Opening Hours:
Monday – Friday 8am – 5pm

Offices & Branch :

  • Jakarta
    AKR Tower Lt 11 unit 11G
    Jl. Panjang No.5, Kebon Jeruk Jakarta Barat,
    DKI Jakarta, INDONESIA
  • Surabaya
    STI - Ruko
    Jl. Raya Kupang Jaya No.B8, Surabaya,
    Jawa Timur, INDONESIA
Contact :
  • (021) 533 447 55
  • +62 822-2526-7741
  • admstindo@gmail.com
Follow Us:
  • ST Indonesia
  • STI Medical
  • STI Aesthetic
  • STI Dental
  • STI Youtube Channel