Skip to content
logo STI blue-05 (1)
  • Medical
  • Aesthetic
  • Dental
  • About Us
  • Service Center
  • News
    • Aesthetic
    • Medical
    • Dental
  • Career
  • Contact Us
Menu
  • Medical
  • Aesthetic
  • Dental
  • About Us
  • Service Center
  • News
    • Aesthetic
    • Medical
    • Dental
  • Career
  • Contact Us
dr. Panji Respati, Sp.D.V.E di ARUNA 2026: Memahami Androgen Paradox dan Pendekatan Regeneratif ARCHE untuk Rambut Pria

Home / News / dr. Panji Respati, Sp.D.V.E di ARUNA 2026: Memahami Androgen Paradox dan Pendekatan Regeneratif ARCHE untuk Rambut Pria

dr. Panji Respati, Sp.D.V.E di ARUNA 2026: Memahami Androgen Paradox dan Pendekatan Regeneratif ARCHE untuk Rambut Pria

  • Admin Web
  • September 10, 2026
  • 8:19 am

Table of Contents

Dalam rangkaian ARUNA International Summit 2026 yang berlangsung di Raffles Hotel Jakarta, ST INDONESIA (STI) menghadirkan dr. Panji Respati S., Sp.D.V.E untuk membahas hubungan antara androgen, kerontokan rambut pria, serta pendekatan regeneratif menggunakan chitosan.

Dalam sesi bertajuk “The Androgen Paradox in Male Aesthetics: Integrating Chitosan for Regenerative Hair Restoration”, dr. Panji menjelaskan sebuah fenomena menarik: hormon androgen yang sama dapat memberikan efek yang berbeda pada bagian tubuh yang berbeda.

Pembahasan tersebut kemudian mengarah pada pentingnya memahami follicular microenvironment atau lingkungan biologis di sekitar folikel rambut, serta potensi pendekatan regeneratif menggunakan biomaterial, chitosan sebagai bagian dari strategi hair restoration.

Androgen: Membentuk Karakteristik Pria, tetapi Bisa Memengaruhi Rambut Kepala

Androgen merupakan kelompok hormon yang memiliki peran penting dalam perkembangan karakteristik tubuh pria.

Saat pubertas, testosteron berkontribusi terhadap perkembangan rahang yang lebih lebar, dagu, serta karakteristik wajah maskulin lainnya. Aktivitas androgen juga berperan dalam pertumbuhan rambut terminal, termasuk rambut pada area janggut.

Namun, efek androgen dapat berbeda ketika bekerja pada folikel rambut di kulit kepala.

Dr. Panji menjelaskan fenomena tersebut melalui konsep “androgen paradox”.

“The hormone is the same, the target tissue is different.”

Dalam bahasa sederhana, hormonnya sama, tetapi jaringan yang menjadi target berbeda. Karena itu, androgen dapat mendukung pertumbuhan rambut di area janggut, tetapi pada individu yang sensitif terhadap androgen, justru dapat berkontribusi terhadap proses kerontokan rambut di kulit kepala.

dr. Panji Respati, Sp.D.V.E di ARUNA 2026: Memahami Androgen Paradox dan Pendekatan Regeneratif ARCHE untuk Rambut Pria
dr. Panji Respati, Sp.D.V.E di ARUNA International Summit 2026

Kerontokan Rambut Pria Bukan Hanya Masalah Hormon

Salah satu poin penting yang disampaikan dr. Panji adalah bahwa androgenetic alopecia (AGA) tidak sesederhana “terlalu banyak hormon androgen”.

Menurutnya, AGA berkaitan dengan bagaimana folikel rambut yang sensitif terhadap androgen merespons sinyal tersebut dan bagaimana kondisi lingkungan di sekitar folikel memengaruhi siklus pertumbuhan rambut.

Baca Juga:  13 Cara Mengatasi Rambut Rontok Secara Alami dan Permanen

Dengan kata lain, selain memperhatikan faktor androgen, penting pula untuk melihat microenvironment atau lingkungan biologis di sekitar folikel rambut.

Ketika lingkungan folikel mengalami perubahan, proses pertumbuhan rambut dapat ikut terganggu. Karena itu, pendekatan regeneratif menjadi salah satu area yang menarik untuk dieksplorasi.

dr. Panji menjelaskan bahwa tekanan androgen bukan satu-satunya faktor yang terlibat dalam progresivitas AGA.

Lingkungan di sekitar folikel rambut juga dapat mengalami berbagai perubahan, termasuk:

  • Perifollicular inflammation
  • Oxidative stress atau reactive oxygen species (ROS)
  • Microvascular compromise
  • ECM degradation
  • Impaired dermal papilla signaling

Berbagai perubahan tersebut dapat menciptakan lingkungan yang kurang optimal bagi folikel rambut.

Seiring berjalannya proses, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap perubahan jaringan seperti tissue fibrosis dan follicular miniaturization.

Dengan demikian, kerontokan rambut tidak hanya dapat dilihat dari sudut pandang hormon, tetapi juga perlu dipahami sebagai kondisi yang melibatkan tekanan androgen serta perubahan pada lingkungan biologis folikel.

Mengenal Chitosan sebagai Bahan untuk Pendekatan Regeneratif

Chitosan merupakan biopolimer yang berasal dari chitin. Secara sederhana, proses pembuatannya melibatkan beberapa tahap, mulai dari penggilingan dan penghilangan protein hingga menghasilkan chitin, kemudian dilanjutkan dengan proses deasetilasi untuk menghasilkan chitosan.

Proses deasetilasi ini penting karena dapat meningkatkan aktivitas fisiologis chitosan, mengubahnya dari polimer struktural yang tidak larut menjadi bentuk polimer bioaktif.

Dalam pengembangannya, chitosan juga dapat berasal dari sumber yang berbeda, termasuk sumber berbasis jamur.

Chitosan berbasis jamur memiliki beberapa karakteristik yang menarik, termasuk sifat hypoallergenic serta tidak berasal dari sumber hewani.

Ukuran Molekul Chitosan Ternyata Penting

dr. Panji menyampaikan bahwa tidak semua chitosan memiliki karakteristik yang sama. Salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan adalah ukuran molekul atau molecular weight.

Baca Juga:  Penyebab dan Cara Mengatasi Kerontokan Rambut

Ukuran molekul dapat memengaruhi bagaimana chitosan berinteraksi dengan lingkungan biologis.

Karena itu, pengembangan Ideal-Sized Chitosan menjadi penting dalam pendekatan yang digunakan oleh ARCHE.

ARCHE dikembangkan menggunakan teknologi Ideal Size Chitosan (ISC) dengan ukuran molekul chitosan yang dioptimalkan untuk mendukung interaksi dengan berbagai komponen di lingkungan kulit kepala.

dr. Panji menjelaskan bahwa Ideal-Sized Chitosan dirancang untuk mendukung interaksi dengan:

  • Fibroblast
  • Protein extracellular matrix
  • Sel-sel folikel rambut

Tujuannya adalah mendukung proses signaling regeneratif di lingkungan kulit kepala.

ARCHE: Mendukung Lingkungan Regeneratif di Sekitar Folikel Rambut

ARCHE merupakan medical-grade hair growth booster yang menggunakan teknologi Ideal-Sized Chitosan.

Pendekatan ARCHE bukan dengan memberikan hormon tambahan, melainkan dengan mendukung lingkungan biologis di sekitar folikel rambut.

Ada beberapa mekanisme yang menjadi perhatian dalam pendekatan ini.

Pertama, chitosan dapat membantu mendukung follicular microenvironment, yaitu lingkungan biologis di sekitar folikel rambut.

Kedua, chitosan berpotensi membantu mengurangi signaling inflamasi di sekitar folikel yang dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut.

Ketiga, chitosan dapat mendukung extracellular matrix yang berperan dalam struktur dan fungsi lingkungan folikel.

Keempat, chitosan juga dikaitkan dengan aktivitas pada dermal papilla, yaitu bagian penting dari folikel rambut yang berperan dalam proses pertumbuhan rambut.

Dengan begitu, ARCHE tidak hanya melihat rambut yang tampak di permukaan, tetapi juga lingkungan biologis yang mendukung siklus pertumbuhan rambut.

Chitosan dan FGF-7

dr. Panji juga menjelaskan tentang hubungan antara chitosan dan Fibroblast Growth Factor-7 (FGF-7).

FGF-7 merupakan salah satu growth factor yang berperan dalam komunikasi antara dermal papilla dan jaringan epitel folikel rambut.

Dalam data yang dipaparkan, chitosan menunjukkan kemampuan untuk meningkatkan proliferasi sel dermal papilla sekaligus meningkatkan produksi FGF-7.

FGF-7 kemudian berperan dalam signaling yang mendukung aktivasi sel-sel yang berkaitan dengan siklus pertumbuhan folikel rambut.

Baca Juga:  10 Tips Perawatan Rambut Rontok Parah agar Rambut Kembali Lebat

Hal ini memberikan kesimpulan bahwa chitosan berfungsi sebagai bagian dari pendekatan biologis yang mendukung proses regeneratif.

Pendekatan Regeneratif untuk Hair Restoration

Jika androgen menjadi salah satu pemicu yang dapat memengaruhi folikel rambut yang sensitif, maka pendekatan perawatan tidak hanya perlu melihat faktor tersebut, tetapi juga bagaimana cara mendukung kembali lingkungan regeneratif di sekitar folikel.

Di sinilah Ideal-Sized Chitosan pada ARCHE menjadi penting.

“AGA is not simply an androgen problem, it is an androgen-sensitive follicular signaling and microenvironment disorder.”

Secara sederhana, pernyataan tersebut menggambarkan bahwa androgenetic alopecia bukan hanya persoalan hormon androgen, tetapi juga berkaitan dengan respons folikel terhadap androgen serta kondisi lingkungan biologis di sekitarnya.

Melalui teknologi Ideal-Sized Chitosan, ARCHE dikembangkan sebagai pendekatan yang berfokus pada dukungan terhadap lingkungan regeneratif kulit kepala.

“Ideal-Sized Chitosan may provide a non-hormonal regenerative approach to support dermal papilla signaling and the follicular microenvironment.”

Artinya, Ideal-Sized Chitosan berpotensi menjadi salah satu pendekatan regeneratif non-hormonal yang mendukung signaling pada dermal papilla dan lingkungan di sekitar folikel rambut.

Same Androgen, Different Follicle, Different Fate

Pesan utama dari presentasi dr. Panji dapat dirangkum dalam satu konsep sederhana:

“Same androgen. Different follicle. Different fate. Control the androgenic trigger. Restore the regenerative environment. Ideal-Sized Chitosan may help bridge that regenerative gap.”

Androgen yang sama dapat memberikan efek yang berbeda karena setiap jaringan dan folikel rambut memiliki respons biologis yang berbeda.

Karena itu, pendekatan terhadap kerontokan rambut juga terus berkembang. Tidak hanya berfokus pada androgenic trigger, tetapi juga pada bagaimana mendukung lingkungan biologis yang sehat di sekitar folikel.

Oleh karena itu, ARCHE dengan Ideal-Sized Chitosan menjadi salah satu pendekatan regeneratif non-hormonal yang dikembangkan untuk mendukung lingkungan di sekitar folikel rambut dan proses pertumbuhan rambut.

PrevPreviousSTI Hadirkan Dr. Hyung-Suk Kim di ARUNA International Summit 2026, Bahas Potensi Chitosan untuk Perawatan Rambut

Need Help or Guidance?

Contact ST Indonesia

PT. SOMETECH INDONESIA
Copyrights @2023, All Rights Reserved

Opening Hours:
Monday – Friday 8am – 5pm

Offices & Branch :

  • Jakarta
    AKR Tower Lt 11 unit 11G
    Jl. Panjang No.5, Kebon Jeruk Jakarta Barat,
    DKI Jakarta, INDONESIA
  • Surabaya
    STI - Ruko
    Jl. Raya Kupang Jaya No.B8, Surabaya,
    Jawa Timur, INDONESIA
Contact :
  • (021) 533 447 55
  • +62 822-2526-7741
  • admstindo@gmail.com
Follow Us:
  • ST Indonesia
  • STI Medical
  • STI Aesthetic
  • STI Dental
  • STI Youtube Channel