ST Indonesia (STI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan dunia aesthetic medicine. STI berpartisipasi dalam Aesthetic Medicine Updates Seminar and Exhibition (AMUSE) 2026. Acara ini berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
Sebagai salah satu kongres estetika terbesar di Indonesia, AMUSE 2026 menghadirkan ribuan peserta. Peserta terdiri atas dokter umum, dokter spesialis kulit dan kelamin, dokter bedah plastik serta praktisi estetika dari berbagai daerah dan negara.
Tahun ini, STI kembali hadir dengan berbagai scientific program. Program ini dirancang untuk memberikan wawasan klinis, update teknologi, dan pengalaman langsung kepada para peserta.
Menghadirkan Symposium Internasional Bersama Para Expert
Dalam AMUSE 2026, STI menghadirkan symposium ilmiah. Symposium ini membahas perkembangan terbaru dalam bidang regenerative aesthetics. Pembahasan dilakukan melalui penggunaan Cellbooster, Lafullen, dan Croquis.
Salah satu pembicara internasional yang hadir adalah Dr. Timur Taskesen, MD, PhD. Ia adalah Dermatologist dari Swiss sekaligus Global Key Opinion Leader Cellbooster.
Dr. Timur menekankan pentingnya pendekatan regeneratif dalam peremajaan kulit modern.
“Modern skin rejuvenation should not rely only on stimulation, but on restoring the biological conditions for healthy tissue renewal,” ujar Dr. Timur.
Ia menjelaskan bahwa setiap treatment harus disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Hal ini mencakup kualitas kulit, pigmentasi, skin laxity, puffiness, hingga facial contouring.
Karena itu, penggunaan Cellbooster Glow, Lift, dan Shape harus disesuaikan dengan indikasi klinis. Strategi treatment juga harus dirancang secara tepat.
Memperkenalkan Teknologi CHAC pada Cellbooster
Pada kesempatan yang sama, dr. Emilia Slamat, CIB, M.Gizi menjelaskan keunggulan Cellbooster. Produk ini menggunakan teknologi CHAC.
dr. Emilia menjelaskan bahwa teknologi ini merupakan inovasi dalam kategori skin booster. Teknologi ini mampu menjaga stabilitas bahan aktif.
Selain itu, pelepasan bahan aktif terjadi secara bertahap di dalam kulit. Hal ini mendukung regenerasi sel yang lebih optimal.
“Cellbooster bukan sekadar campuran bahan aktif, tetapi kompleks stabil yang dimungkinkan oleh teknologi CHAC yang telah dipatenkan,” jelas dr. Emilia.
Cellbooster telah memperoleh sertifikasi CE. Produk ini juga dirancang untuk memberikan hasil yang lebih tahan lama. Hal ini dicapai melalui pelepasan bahan aktif secara gradual.
Konsep Advanced Facial Rejuvenation dengan Lafullen dan Croquis
Selain Cellbooster, STI juga membahas Lafullen dan Croquis. Pembahasan ini dilakukan bersama Dr. Wonuk Hwang dari Korea Selatan.
Ia menjelaskan bahwa Croquis memiliki kekuatan dan daya tahan yang baik. Hal ini membantu hasil lifting tetap stabil dan terarah.
Dalam penggunaannya, Croquis memiliki dua pendekatan utama. Seri Molding digunakan untuk efek pengangkatan yang lebih kuat. Sementara seri Cutting digunakan untuk membentuk kontur wajah yang lebih halus dan presisi.
Pendekatan ini membuat perawatan tidak bersifat satu pola untuk semua wajah. Setiap treatment dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
“First, very briefly, Croquis. For me, Croquis is not just a thread. I use it as a vector tool,” ujar Dr. Hwang.
Ia juga menekankan bahwa tujuan perawatan bukan menarik wajah secara berlebihan. Tujuannya adalah membantu mengembalikan posisi jaringan wajah secara lebih natural.
“So with Croquis, I am not trying to pull the face. I am trying to reposition the tissue naturally,” lanjutnya.
Dr. Hwang juga menjelaskan penggunaan Lafullen yang difokuskan sebagai “collagen mat” di area tengah wajah.
Tujuannya bukan untuk membuat pipi terlihat lebih besar. Tetapi untuk membantu meningkatkan kekencangan, kualitas kulit, dan mengurangi tampilan lelah pada wajah.
Dalam hal ini, Lafullen bekerja sebagai perawatan area (field treatment). Produk ini diaplikasikan secara merata di area midface untuk memperbaiki kualitas jaringan secara bertahap.
Lafullen juga bisa digunakan secara lebih terarah pada kasus tertentu. Misalnya untuk memberikan dukungan bentuk wajah di area tertentu dengan teknik injeksi yang lebih fokus.
Ia menjelaskan bahwa Lafullen memiliki dua fungsi utama. Pertama sebagai perawatan peningkatan kualitas kulit secara menyeluruh. Kedua sebagai dukungan bentuk wajah pada area tertentu.
Dr. Hwang juga menjelaskan bahwa urutan treatment tidak selalu sama untuk setiap pasien.
Ada dua pendekatan umum yang digunakan. Pertama, Lafullen dilakukan lebih dulu, kemudian Croquis. Kedua, Croquis dilakukan lebih dulu, lalu Lafullen sesuai kebutuhan.
“Can we do both on the same day? Yes, in selected cases,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa urutan treatment ditentukan oleh kondisi utama pasien.
“The key is not product order. The key is problem order,” tegas Dr. Hwang.
Dalam sesi yang sama, dr. David Luis, M.Biomed (AAM) menjelaskan konsep pendekatan 2-point dan 4-point.
2-point digunakan untuk early lateral–malar support loss dengan kualitas jaringan yang masih baik serta penurunan jaringan wajah bagian bawah yang masih minimal.
4-point digunakan jika penurunan jaringan sudah meluas hingga midface dan lower face.
dr. David juga menjelaskan bahwa Porous PCL memiliki efek biologis yang penting.
“Porous PCL tidak hanya memberikan efek awal sebagai pembawa bahan aktif. Namun, ini hanyalah tahap pertama dari prosesnya. Selanjutnya, terjadi pembentukan kolagen oleh tubuh dan proses penguraian material secara alami yang menjadi dasar manfaat jangka panjangnya.”
Ia menegaskan bahwa keamanan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan estetika.
“Keamanan adalah hal utama dalam prosedur. Kredibilitas ditentukan oleh pemahaman anatomi, penggunaan dosis yang tepat dan hati-hati, teknik yang steril, pencatatan yang baik, kontrol lanjutan, serta kesiapan menghadapi kemungkinan komplikasi.”
TTC – The Multi Layer Targeted Protocol
STI juga menyelenggarakan sesi eksklusif bertajuk “TONE · TEXTURE · CONTOUR – The Multi Layer Targeted Protocol”.
Sesi ini menampilkan live demonstration penggunaan Cellbooster dan Lafullen yang dimoderatori oleh dr. David Luis, M.Biomed (AAM).
Acara ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pendekatan multi-layer targeted protocol dalam aesthetic medicine modern melalui penggunaan Cellbooster dan Lafullen.
Dalam acara ini para expert speakers dr. Timur, dr. Emil, dan dr. Hwang membagikan pengalaman klinis, scientific evidence, treatment strategy, dan live demonstration yang dapat diaplikasikan dalam praktik sehari-hari.

Komitmen STI dalam Mendukung Edukasi Aesthetic Medicine
Partisipasi ST Indonesia dalam AMUSE 2026 mencerminkan komitmen perusahaan. STI terus mendukung perkembangan dunia estetika.
Hal ini dilakukan melalui edukasi berbasis sains, inovasi teknologi, dan kolaborasi dengan expert nasional maupun internasional.
Melalui produk unggulan seperti Cellbooster, Lafullen, dan Croquis, STI berharap dapat meningkatkan kualitas layanan aesthetic medicine.
STI juga berkomitmen mendukung dokter. Tujuannya agar dapat memberikan hasil treatment yang aman, efektif, dan natural bagi pasien.
