ST Indonesia (STI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ilmu dan praktik estetika di Indonesia melalui penyelenggaraan L.E.A.D (Lafullen Expert Aesthetic Demonstration). Acara ini digelar di Foreverskin Clinic Jakarta pada Kamis, 26 Januari 2026 serta di Beautyme Clinic Bandung pada Jumat, 27 Januari 2026.
L.E.A.D menjadi wadah edukasi ilmiah bagi para praktisi estetika untuk memahami lebih dalam teknik aplikasi, keamanan prosedur serta pendekatan berbasis evidence dalam penggunaan collagen stimulator generasi terbaru.
Sesi dalam L.E.A.D dihadirkan dalam bentuk live demo, memberikan kesempatan kepada para peserta untuk melihat langsung teknik prosedur dari dokter pembicara dan memahami bagaimana setiap produk diaplikasikan secara tepat dan aman. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dokter dalam praktik klinis sehari-hari.
Pemaparan Dokter Pembicara
dr. David Luis, M.Biomed (AAM) selaku pembicara sekaligus trainer menjelaskan konsep dasar penuaan kulit.
“Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami dalam kulit menurun sekitar 1% per tahun sejak usia 20-an. Penurunan ini menyebabkan berbagai tanda penuaan seperti volume loss akibat fat atrophy, resorpsi tulang, tekstur kulit tidak merata, skin laxity (kulit kendur), kerutan, hingga pori-pori membesar.” jelasnya.
dr. David juga memaparkan berbagai cara untuk meningkatkan produksi kolagen, seperti energy-based devices (EBD), Polydiaxanone (PDO), Poly Lactic Acid (PLLA/PDLLA), dan Polycaprolactone (PCL).
Lafullen: P-PCL Collagen Biostimulator Generasi Terbaru
Dalam sesi ini, diperkenalkan Lafullen, collagen biostimulator berbasis P-PCL (Porous Polycaprolactone) yang dikembangkan dengan teknologi SEP (Samyang’s Evenly distributed Porous particle Technology). Produk ini merupakan generasi ketiga collagen stimulator dengan ukuran microsphere seragam, berpori, dan memiliki permukaan halus untuk distribusi yang lebih merata.
PCL sendiri merupakan material yang telah digunakan luas dalam bidang biomedis dengan profil keamanan yang baik serta material yang telah disetujui FDA. dr. David juga menekankan pentingnya pemahaman anatomi wajah dalam menentukan kedalaman injeksi.
Pada Non-Diluted Protocol, Lafullen digunakan untuk memberikan dukungan struktural. Pendekatan ini bertujuan menciptakan structural support pada area wajah yang mengalami volume loss akibat penuaan. Selain itu, protokol ini efektif untuk membentuk kontur dan memberikan efek lifting.
Sementara itu, pada Hyper-Diluted Protocol, Lafullen difokuskan pada perbaikan kualitas kulit secara menyeluruh, menghasilkan efek skin tightening, dan membantu meningkatkan skin quality improvement.

Komitmen STI untuk Edukasi
Melalui penyelenggaraan L.E.A.D di Jakarta dan Bandung, STI kembali menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung edukasi dokter di Indonesia, menghadirkan inovasi produk berbasis teknologi terkini serta mendorong peningkatan standar praktik estetika yang lebih aman.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat kolaborasi antara industri dan praktisi medis, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam memajukan kualitas layanan estetika di Indonesia secara menyeluruh.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang produk ini, Anda dapat mengunjungi Instagram @st_aes, @lafullen_id, website stindonesia.com atau hubungi kami melalui whatsapp 082225267741.

