Skip to content
logo STI blue-05 (1)
  • Medical
  • Aesthetic
  • Dental
  • About Us
  • Service Center
  • News
    • Aesthetic
    • Medical
    • Dental
  • Career
  • Contact Us
Menu
  • Medical
  • Aesthetic
  • Dental
  • About Us
  • Service Center
  • News
    • Aesthetic
    • Medical
    • Dental
  • Career
  • Contact Us
Alopecia Areata!

Home / News / Rambut Mendadak Pitak? Bisa Jadi Alopecia Areata!

Rambut Mendadak Pitak? Bisa Jadi Alopecia Areata!

  • Admin Web
  • June 26, 2026
  • 1:35 am
  • No Comments

Table of Contents

Pernah menemukan area botak berbentuk bulat di kulit kepala yang muncul secara tiba-tiba? Kondisi ini sering membuat panik karena rambut yang sebelumnya tumbuh normal mendadak rontok pada satu bagian tertentu. Jika Anda mengalami hal tersebut, bisa jadi penyebabnya adalah alopecia areata, salah satu jenis kerontokan rambut yang cukup sering terjadi.

Kabar baiknya, kerontokan akibat alopecia areata dapat ditangani apabila penyebabnya diketahui sejak dini dan mendapatkan perawatan yang tepat. Untuk mengatasi kondisi ini, kini tersedia ARCHE, medical grade hair growth booster yang membantu mendukung pertumbuhan rambut dengan menjaga kesehatan folikel dan kulit kepala.

Meski tidak menimbulkan rasa sakit, alopecia areata dapat memengaruhi penampilan dan kepercayaan diri. Oleh karena itu, penting untuk memahami penyebab, gejala serta cara mengatasinya dengan treatment ARCHE.

Apa Itu Alopecia Areata?

Alopecia areata adalah kondisi kerontokan rambut yang terjadi akibat gangguan autoimun. Pada kondisi ini, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang folikel rambut, yaitu tempat rambut tumbuh. Akibatnya, proses pertumbuhan rambut terganggu dan rambut mulai rontok hingga membentuk area botak berbentuk bulat atau oval.

Kondisi ini dapat muncul secara bertahap maupun mendadak. Meskipun paling sering terjadi pada kulit kepala, alopecia areata juga dapat memengaruhi area tubuh lain yang memiliki rambut, seperti alis, bulu mata, janggut, hingga rambut di area tubuh lainnya.

Mengapa Alopecia Areata Bisa Terjadi?

Hingga saat ini, penyebab pasti mengapa sistem imun menyerang folikel rambut belum diketahui secara pasti. Namun, sejumlah faktor diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami alopecia areata, antara lain:

1. Faktor Genetik atau Riwayat Keluarga

Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan alopecia areata atau penyakit autoimun lainnya cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa.

Baca Juga:  Perawatan Rambut Rontok dengan ARCHE: Pengalaman Sesi Keempat dan Hasilnya!

2. Stres Fisik dan Emosional

Stres berkepanjangan dapat memengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh dan memicu respons imun yang berlebihan. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat menjadi pemicu munculnya alopecia areata.

3. Perubahan Hormon

Perubahan hormon akibat kehamilan, menopause, sindrom ovarium polikistik (PCOS), atau gangguan tiroid dapat memengaruhi kesehatan folikel rambut dan memicu kerontokan.

4. Kekurangan Vitamin D

Vitamin D memiliki peran penting dalam siklus pertumbuhan rambut. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang rendah sering ditemukan pada penderita alopecia areata.

5. Penyakit Autoimun Lain

Orang yang memiliki penyakit autoimun seperti lupus, vitiligo, atau gangguan tiroid autoimun memiliki risiko lebih tinggi mengalami alopecia areata.

Tanda dan Gejala Alopecia Areata

Gejala paling khas dari alopecia areata adalah munculnya area botak berbentuk bulat atau oval pada kulit kepala. Namun, selain itu terdapat beberapa tanda lain yang perlu diperhatikan, seperti:

  • Rambut rontok secara tiba-tiba pada satu atau beberapa area.
  • Muncul area pitak dengan batas yang jelas.
  • Kerontokan terjadi tanpa rasa nyeri atau gatal.
  • Rambut di sekitar area pitak menjadi lebih tipis dan mudah tercabut.
  • Perubahan pada kuku, seperti permukaan kuku menjadi kasar, berlekuk, tipis, atau mudah pecah.
  • Kerontokan dapat terjadi pada alis, bulu mata, kumis, atau janggut.

Pada sebagian kasus, rambut dapat tumbuh kembali dengan sendirinya dalam beberapa bulan. Namun pada kondisi yang lebih berat, kerontokan dapat terus berlanjut hingga menyebabkan kebotakan yang lebih luas.

Bagaimana Cara Mengatasi Alopecia Areata?

Penanganan alopecia areata bertujuan untuk membantu merangsang kembali pertumbuhan rambut, menjaga kesehatan folikel rambut serta mengurangi risiko kerontokan berulang.

Salah satu pilihan perawatan yang kini banyak digunakan adalah treatmentARCHE, sebuah medical grade hair growth booster yang diformulasikan khusus untuk membantu mengatasi masalah kerontokan rambut.

Baca Juga:  Cara Meratakan Warna Kulit Wajah Belang dengan Cepat

ARCHE dikembangkan menggunakan teknologi Ideal Size Chitosan (ISC) yang menghasilkan molekul chitosan berukuran optimal sehingga dapat diserap dengan lebih baik oleh kulit kepala.

Chitosan yang digunakan berasal dari jamur alami dan telah dikenal dalam dunia medis karena memiliki berbagai manfaat, seperti:

  • Membantu mengurangi peradangan pada kulit kepala.
  • Mendukung regenerasi jaringan.
  • Memiliki sifat antimikroba yang membantu menjaga kesehatan kulit kepala.
  • Aman dan biokompatibel dengan jaringan tubuh.

ARCHE bekerja dengan membantu meningkatkan produksi VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor) yang berperan dalam memperbesar diameter folikel rambut. Selain itu, ARCHE juga membantu meningkatkan produksi FGF7 (Fibroblast Growth Factor 7) yang berfungsi mempercepat fase pertumbuhan rambut (anagen) dan mempersingkat fase istirahat rambut (telogen).

Dengan mekanisme tersebut, rambut dapat tumbuh lebih cepat, lebih kuat, dan tampak lebih tebal.

Alopecia Areata
Before after treatment ARCHE

Keunggulan Treatment ARCHE

Beberapa keunggulan treatment ARCHE antara lain:

  • Prosedur relatif cepat dan nyaman.
  • Tidak menggunakan metode injeksi.
  • Membantu menstimulasi folikel rambut yang tidak aktif.
  • Mendukung regenerasi kulit kepala.
  • Membantu menciptakan lingkungan kulit kepala yang lebih sehat.
  • Dapat digunakan sebagai terapi pendukung setelah prosedur transplantasi rambut.
  • Telah terdaftar di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Hasil perawatan umumnya mulai terlihat setelah menjalani program secara berkala sesuai rekomendasi dokter.

Jangan Abaikan Pitak yang Muncul Tiba-Tiba

Munculnya area pitak pada kulit kepala tidak selalu berarti kebotakan permanen. Namun, kondisi ini tetap perlu diperiksakan agar penyebabnya dapat diketahui dengan tepat dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Jika Anda mengalami kerontokan rambut yang tidak biasa atau menemukan area pitak yang semakin meluas, segera konsultasikan dengan dokter. Penanganan yang dilakukan lebih awal dapat membantu menjaga kesehatan folikel rambut dan meningkatkan peluang rambut untuk tumbuh kembali dengan optimal.

Baca Juga:  Apakah Sering Tersenyum Bisa Sebabkan Kerutan Wajah?

Treatment ARCHE dapat menjadi pilihan yang tepat untuk membantu mendukung pertumbuhan rambut. Dengan teknologi Ideal Size Chitosan (ISC), ARCHE bekerja membantu menjaga kesehatan kulit kepala, menstimulasi folikel rambut serta mendukung proses regenerasi sehingga rambut baru dapat tumbuh lebih kuat, lebih sehat, dan tampak lebih tebal.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi kami melalui WhatsApp 087888725834, website resmi kami stindonesia.com, dan instagram @st_aes @arche.sti.

Alopecia Areata

PrevPrevious6 Cara Mencerahkan Kulit Wajah
NextKenapa Kulit Wajah Tampak Kusam? Ini Penyebab dan Cara Cepat Mengatasinya!Next

Need Help or Guidance?

Contact ST Indonesia

PT. SOMETECH INDONESIA
Copyrights @2023, All Rights Reserved

Opening Hours:
Monday – Friday 8am – 5pm

Offices & Branch :

  • Jakarta
    AKR Tower Lt 11 unit 11G
    Jl. Panjang No.5, Kebon Jeruk Jakarta Barat, DKI Jakarta
    INDONESIA
  • Surabaya
    STI - Ruko
    Jl. Raya Kupang Jaya No.B8, Surabaya, Jawa Timur
    INDONESIA
Contact :
  • (021) 533 447 55
  • +62 822-2526-7741
  • admstindo@gmail.com
Follow Us: