Wasir atau hemoroid adalah kondisi yang cukup umum, tetapi masih banyak kesalahpahaman di masyarakat tentang penyebab, faktor risiko, dan cara mengatasinya. Akibatnya, banyak orang yang takut mencari pengobatan atau bahkan mencoba cara-cara yang kurang efektif untuk mengatasinya. Untuk membantu Anda memahami lebih baik, berikut adalah beberapa mitos dan fakta seputar wasir yang sering beredar.
1. Wasir Hanya Dialami oleh Orang Tua
Mitos!
Banyak yang beranggapan bahwa wasir hanya dialami oleh orang yang sudah berusia lanjut. Faktanya, siapa saja bisa terkena wasir, termasuk orang muda. Wasir terjadi ketika pembuluh darah di sekitar anus mengalami tekanan berlebih, yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti duduk terlalu lama, kurangnya asupan serat, kebiasaan mengejan saat BAB, hingga obesitas.
Orang yang memiliki gaya hidup kurang aktif, sering mengonsumsi makanan rendah serat, atau memiliki pekerjaan yang mengharuskan duduk dalam waktu lama, seperti pekerja kantoran atau pengemudi, juga lebih berisiko mengalami wasir. Oleh karena itu, menjaga pola makan sehat dan aktif bergerak sangat penting untuk mencegahnya.
2. Duduk di Lantai Dingin Menyebabkan Wasir
Mitos!
Salah satu mitos yang sering kita dengar adalah bahwa duduk di lantai dingin bisa menyebabkan wasir. Namun, secara medis, tidak ada bukti yang menunjukkan hubungan antara suhu lantai dan timbulnya wasir. Faktanya, penyebab utama wasir adalah tekanan berlebihan pada pembuluh darah di area anus, yang sering kali dipicu oleh pola makan rendah serat, kurangnya aktivitas fisik, dan kebiasaan mengejan saat BAB.
Jika Anda ingin mencegah wasir, fokuslah pada faktor-faktor yang benar-benar berpengaruh, seperti mengonsumsi makanan tinggi serat, minum cukup air, dan menghindari kebiasaan duduk terlalu lama tanpa bergerak.
3. Kehamilan Dapat Meningkatkan Risiko Wasir
Fakta!
Wanita hamil lebih rentan mengalami wasir dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan tekanan pada pembuluh darah di daerah panggul akibat pertumbuhan janin. Selain itu, perubahan hormon selama kehamilan dapat memperlambat sistem pencernaan, yang berpotensi menyebabkan sembelit dan meningkatkan risiko wasir.
Untuk mencegah wasir selama kehamilan, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi makanan kaya serat seperti buah, sayur, dan biji-bijian. Ibu hamil juga menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum cukup air. Selain itu, tetap aktif dengan melakukan olahraga ringan seperti jalan kaki atau senam kehamilan juga dapat membantu melancarkan pencernaan dan mengurangi risiko wasir.
4. Pemulihan Wasir Lama dan Sakit
Mitos!
Dulu, pengobatan wasir sering kali dikaitkan dengan prosedur yang menyakitkan dan membutuhkan waktu pemulihan yang lama. Namun, dengan perkembangan teknologi medis, kini ada metode yang lebih canggih dan minim nyeri, seperti Well C – Anal Lift for Hemorrhoid.
Metode ini memungkinkan pasien untuk mendapatkan penanganan yang lebih nyaman. Risiko komplikasinya lebih rendah dan masa pemulihannya lebih cepat. Bahkan, setelah prosedur, pasien bisa langsung beraktivitas seperti biasa tanpa perlu rawat inap atau istirahat berkepanjangan. Dengan teknologi seperti Well C, mengatasi wasir kini lebih praktis dan tidak lagi menjadi momok yang menakutkan.
Banyak mitos tentang wasir yang beredar dan membuat orang salah paham tentang kondisi ini. Dengan memahami fakta yang sebenarnya, Anda bisa lebih bijak dalam mencegah dan mengatasi wasir dengan cara yang tepat. Jika Anda mengalami gejala wasir dan ingin mengetahui solusi yang lebih modern dan minim nyeri, seperti Well C – Anal Lift for Hemorrhoid, pastikan untuk mencari informasi lebih lanjut. Jika Anda atau keluarga mengalami wasir dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang teknologi Well C, kunjungi website kami atau follow Instagram @st_medicaldevice untuk informasi lebih lengkap!