Skip to content
logo STI blue-05 (1)
  • Medical
  • Aesthetic
  • Dental
  • About Us
  • Service Center
  • News
    • Aesthetic
    • Medical
    • Dental
  • Career
  • Contact Us
Menu
  • Medical
  • Aesthetic
  • Dental
  • About Us
  • Service Center
  • News
    • Aesthetic
    • Medical
    • Dental
  • Career
  • Contact Us
Rambut Rontok Parah

Home / News / Aesthetic / Mengapa Rambut Rontok Parah? Ternyata Ini Penyebabnya!

Mengapa Rambut Rontok Parah? Ternyata Ini Penyebabnya!

  • Admin Web
  • July 13, 2026
  • 1:57 am

Table of Contents

Rambut rontok parah menjadi tanda bahwa folikel rambut sedang mengalami gangguan sehingga pertumbuhan rambut tidak lagi optimal. Untuk membantu mengatasi kondisi tersebut, ARCHE Medical Grade Hair Growth Booster hadir sebagai solusi perawatan rambut berbahan alami dengan teknologi Ideal Size Chitosan (ISC) yang bekerja langsung pada folikel rambut guna mendukung pertumbuhan rambut yang lebih sehat, kuat, dan lebat.

Mengatasi Rambut Rontok Parah dengan ARCHE

Solusi yang dapat membantu mengatasi rambut rontok parah adalah ARCHE Medical Grade Hair Growth Booster, perawatan berbahan alami yang dikembangkan menggunakan teknologi Ideal Size Chitosan (ISC).

Chitosan merupakan senyawa alami yang berasal dari jamur dan telah banyak dimanfaatkan di bidang medis karena memiliki sifat anti-inflamasi, antibakteri, membantu proses penyembuhan jaringan serta mendukung regenerasi sel. Selain aman, chitosan juga bersifat biokompatibel, mudah terurai secara alami, dan tidak toksik.

Melalui teknologi Ideal Size Chitosan (ISC), ukuran molekul chitosan dioptimalkan sehingga lebih mudah diserap oleh kulit kepala. Hal ini memungkinkan bahan aktif bekerja lebih efektif langsung pada folikel rambut untuk membantu mengatasi penyebab rambut rontok.

ARCHE juga bekerja dengan mendukung peningkatan produksi VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor) yang berperan dalam membantu memperbesar diameter folikel rambut. Selain itu, ARCHE membantu meningkatkan FGF7 (Fibroblast Growth Factor 7) yang berfungsi memperpendek fase telogen (fase istirahat rambut) dan mempercepat masuknya fase anagen (fase pertumbuhan), sehingga mendukung pertumbuhan rambut yang lebih sehat, kuat, dan lebat.

Rambut Rontok Parah
Before afrer treatment ARCHE

Keunggulan ARCHE Medical Grade Hair Growth Booster:

  • Membantu mengurangi kerontokan rambut.
  • Menstimulasi folikel rambut yang kurang aktif.
  • Mendukung regenerasi kulit kepala.
  • Menciptakan kondisi kulit kepala yang lebih sehat.
  • Membantu pertumbuhan rambut menjadi lebih kuat, tebal, dan sehat.
  • Dapat digunakan sebagai terapi pendukung pasca tindakan hair transplant.

Sebagai medical grade hair growth booster yang telah terdaftar di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ARCHE menawarkan prosedur minimal invasif, nyaman, serta memiliki tingkat keamanan yang tinggi sebagai solusi perawatan rambut rontok.

Baca Juga:  Treatment Terbaik untuk Radang Gusi

Rambut Rontok Parah

Mengapa Rambut Rontok Parah?

Berikut berbagai faktor yang dapat menyebabkan rambut rontok berlebihan.

1. Faktor Genetik atau Keturunan

Salah satu penyebab paling umum adalah faktor keturunan atau androgenetic alopecia. Pada pria, kerontokan biasanya diawali dengan garis rambut yang semakin mundur atau muncul kebotakan di bagian atas kepala. Sementara pada wanita, rambut cenderung mengalami penipisan secara bertahap terutama di area ubun-ubun. Faktor genetik sangat menentukan apakah seseorang berisiko mengalami kerontokan rambut dan seberapa cepat kondisinya berkembang.

2. Perubahan Hormon

Perubahan hormon yang terjadi secara drastis dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut.

Kondisi ini sering dialami oleh wanita selama kehamilan, setelah melahirkan, saat menyusui, maupun ketika memasuki masa menopause. Selama kehamilan, kadar hormon estrogen yang tinggi membuat rambut tampak lebih tebal. Namun setelah persalinan, kadar hormon tersebut menurun sehingga banyak folikel rambut memasuki fase telogen secara bersamaan. Kondisi ini dikenal sebagai telogen effluvium.

Selain itu, gangguan hormon akibat penyakit tiroid juga dapat menjadi penyebab rambut rontok parah.

3. Stres Fisik dan Psikologis

Stres fisik dapat terjadi setelah menjalani operasi besar, mengalami perdarahan, menderita penyakit kronis, demam tinggi, atau trauma pada tubuh. Sementara itu, tekanan emosional yang berkepanjangan juga dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut.

Saat tubuh mengalami stres, produksi hormon kortisol meningkat sehingga lebih banyak rambut memasuki fase istirahat. Akibatnya, rambut mulai rontok dalam jumlah yang lebih banyak beberapa minggu hingga beberapa bulan kemudian.

4. Diet Ketat dan Kekurangan Nutrisi

Program diet yang terlalu ekstrem dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan rambut.

Beberapa zat yang berperan penting dalam menjaga kesehatan rambut antara lain zat besi, zinc, vitamin B6, vitamin B12, protein, dan nutrisi penting lainnya. Ketika kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi, folikel rambut tidak dapat bekerja secara optimal sehingga rambut menjadi lebih mudah rontok.

Baca Juga:  11 Rekomendasi Warna Rambut yang Bagus, Jangan Salah Pilih!

Karena itu, apabila ingin menurunkan berat badan, sebaiknya lakukan dengan pola makan yang seimbang dan sesuai anjuran tenaga kesehatan agar risiko kerontokan rambut dapat diminimalkan.

5. Efek Samping Obat-obatan dan Suplemen

Beberapa jenis obat dapat menyebabkan rambut rontok sebagai efek samping.

Di antaranya adalah pil kontrasepsi hormonal, retinoid, beta-blocker, ACE inhibitor, antidepresan, obat kanker, obat arthritis, obat asam urat hingga obat tekanan darah tinggi.

Selain itu, konsumsi vitamin A dalam dosis yang terlalu tinggi juga diketahui dapat memicu kerontokan rambut. Pada sebagian besar kasus, rambut mulai rontok sekitar 12 minggu setelah penggunaan obat tertentu.

Jika mengalami kerontokan setelah mengonsumsi obat baru, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menghentikan pengobatan.

6. Kondisi Medis Tertentu

Beberapa penyakit dapat menyebabkan rambut rontok secara permanen maupun sementara.

Salah satunya adalah alopecia areata, yaitu penyakit autoimun yang membuat sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut sehingga rambut rontok dalam jumlah besar pada area tertentu.

Selain itu, kerontokan rambut juga dapat terjadi akibat diabetes, lupus, dermatitis kontak, infeksi kulit kepala seperti kurap, maupun gangguan mencabut rambut yang dikenal sebagai trikotilomania.

Pada beberapa kasus, kerontokan rambut juga dapat muncul setelah menjalani operasi atau vaksinasi karena respons sistem imun yang memengaruhi siklus pertumbuhan rambut.

7. Menjalani Kemoterapi atau Terapi Radiasi

Kemoterapi dan terapi radiasi merupakan penyebab rambut rontok yang cukup sering terjadi pada pasien kanker.

Kemoterapi bekerja dengan menyerang sel yang membelah dengan cepat, termasuk sel pada folikel rambut. Akibatnya, banyak pasien mengalami kerontokan rambut yang cukup signifikan.

Sementara itu, terapi radiasi yang dilakukan pada area kepala juga dapat merusak folikel rambut. Walaupun rambut umumnya akan tumbuh kembali setelah pengobatan selesai, proses pertumbuhannya membutuhkan waktu dan tekstur rambut yang baru terkadang berbeda dari sebelumnya.

Baca Juga:  Rekomendasi Treatment Pasca Transplantasi Rambut

8. Penataan Rambut yang Berlebihan

Cara menata rambut juga dapat memengaruhi kesehatan folikel rambut.

Penggunaan hair dryer, catokan, curling iron, maupun alat styling bersuhu tinggi secara terus-menerus dapat merusak kutikula rambut sehingga rambut menjadi rapuh dan mudah patah.

Selain itu, kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang, mengepang, atau membuat sanggul dalam waktu lama dapat menyebabkan traction alopecia, yaitu kerontokan akibat tarikan berulang pada folikel rambut.

9. Penggunaan Produk Perawatan Rambut Berbahan Keras

Paparan bahan kimia yang terlalu sering juga dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Pewarna rambut, bleaching, pelurus, pengeriting permanen, maupun produk dengan kandungan bahan kimia keras dapat merusak batang rambut dan folikel rambut apabila digunakan secara berlebihan.

Memilih produk yang lebih lembut serta memberikan waktu istirahat bagi rambut dari proses styling maupun pewarnaan dapat membantu menjaga kesehatan rambut.

10. Pertambahan Usia

Seiring bertambahnya usia, siklus pertumbuhan rambut ikut mengalami perubahan. Pertumbuhan rambut menjadi lebih lambat, diameter rambut semakin tipis, dan jumlah folikel aktif berkurang. Hal inilah yang membuat kerontokan lebih mudah terjadi pada usia lanjut.

Simpulan

Rambut rontok parah dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari genetik, perubahan hormon, stres, kekurangan nutrisi, hingga kondisi medis tertentu. Sebagai medical grade hair growth booster yang telah terdaftar di Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, ARCHE menawarkan perawatan non invasif dengan teknologi Ideal Size Chitosan (ISC) yang membantu mengurangi kerontokan, mendukung regenerasi kulit kepala serta menstimulasi pertumbuhan rambut yang lebih sehat, kuat, dan tebal. Dengan penanganan yang tepat sejak dini, risiko kerontokan berlebih dapat diminimalkan sehingga kesehatan rambut tetap terjaga.

Untuk informasi lebih lanjut terkait ARCHE kunjungi Instagram @st_aes @arche.sti, website resmi kami stindonesia.com, atau hubungi kami melalui whatsapp 082225267741 untuk informasi lebih lanjut.

Rambut Rontok Parah

PrevPrevious4 Penyebab Bopeng di Wajah dan Cara Mengatasinya

Need Help or Guidance?

Contact ST Indonesia

PT. SOMETECH INDONESIA
Copyrights @2023, All Rights Reserved

Opening Hours:
Monday – Friday 8am – 5pm

Offices & Branch :

  • Jakarta
    AKR Tower Lt 11 unit 11G
    Jl. Panjang No.5, Kebon Jeruk Jakarta Barat, DKI Jakarta
    INDONESIA
  • Surabaya
    STI - Ruko
    Jl. Raya Kupang Jaya No.B8, Surabaya, Jawa Timur
    INDONESIA
Contact :
  • (021) 533 447 55
  • +62 822-2526-7741
  • admstindo@gmail.com
Follow Us: