Penggunaan headset sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Mulai dari mendengarkan musik, menelepon, meeting online, hingga scrolling media sosial—semuanya sering dilakukan dengan headset terpasang di telinga. Namun, di balik kepraktisannya, bahaya headset sering kali tidak disadari. Kebiasaan memakai headset terlalu lama, dengan volume tinggi, dan tanpa jeda istirahat dapat memberikan dampak serius pada kesehatan telinga dan pendengaran.
Bahaya Headset bagi Kesehatan Pendengaran
1. Penurunan Pendengaran Secara Perlahan
Salah satu bahaya headset yang paling umum adalah penurunan pendengaran bertahap. Paparan suara langsung ke telinga dalam waktu lama dapat merusak sel-sel pendengaran, terutama jika volume sering melebihi batas aman.
Masalahnya, penurunan ini sering tidak langsung terasa dan baru disadari saat pendengaran sudah menurun cukup signifikan.
2. Telinga Berdenging (Tinnitus)
Sering mendengar bunyi “nging” atau dengungan setelah memakai headset? Ini bisa menjadi tanda awal gangguan pendengaran.
Tinnitus merupakan salah satu bahaya headset yang sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi sinyal adanya kerusakan pada telinga bagian dalam.
3. Telinga Terasa Penuh dan Tidak Nyaman
Pemakaian headset dalam waktu lama dapat menyebabkan telinga terasa penuh, panas, atau tidak nyaman. Kondisi ini menandakan telinga mengalami kelelahan akibat paparan suara yang terus-menerus.
4. Kebiasaan Menaikkan Volume
Jika kamu sering merasa suara kurang jelas lalu otomatis menaikkan volume, ini bisa menjadi tanda awal gangguan pendengaran. Sayangnya, kebiasaan ini justru memperbesar bahaya headset dan mempercepat kerusakan telinga.
5. Gangguan Konsentrasi dan Komunikasi
Pendengaran yang tidak optimal dapat membuat seseorang lebih sering meminta lawan bicara mengulang kata, sulit fokus, dan cepat lelah saat berkomunikasi—terutama di lingkungan ramai.
Kapan Harus Waspada dan Periksa ke Dokter THT?
Segera konsultasi ke dokter spesialis THT jika mengalami:
- Telinga berdenging berulang
- Pendengaran terasa menurun
- Telinga sering terasa penuh atau tidak nyaman
- Volume headset terasa “kurang” meski sudah cukup tinggi
- Sulit memahami percakapan, terutama di tempat ramai
Deteksi dini sangat penting untuk mencegah dampak bahaya headset menjadi permanen.
Pemeriksaan untuk Mengetahui Dampak Bahaya Headset
Tes Audiometri
Audiometri adalah pemeriksaan utama untuk mengukur kemampuan pendengaran seseorang terhadap berbagai frekuensi suara.
Tes ini membantu dokter mengetahui:
- Apakah terjadi penurunan pendengaran
- Tingkat dan jenis gangguan pendengaran
Audiometri sangat penting bagi pengguna headset aktif untuk mengetahui kondisi pendengaran sejak dini.
Tes OAE berfungsi untuk menilai kesehatan sel pendengaran di telinga bagian dalam (koklea).
Pemeriksaan ini mampu mendeteksi gangguan pendengaran bahkan sebelum keluhan terasa berat, sehingga cocok sebagai skrining awal akibat bahaya headset jangka panjang.
Cara Mengurangi Bahaya Headset
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:
- Gunakan volume maksimal 60%
- Batasi pemakaian maksimal 60 menit tanpa jeda
- Istirahatkan telinga secara rutin
- Gunakan headset dengan kualitas suara yang baik
- Lakukan tes pendengaran secara berkala
Headset memang memudahkan aktivitas sehari-hari, tetapi jika digunakan tanpa kontrol, bahaya headset bisa berdampak serius pada kesehatan pendengaran. Jangan tunggu sampai pendengaran menurun—lakukan pencegahan dan pemeriksaan sejak dini.
Pendengaran adalah aset jangka panjang yang perlu dijaga mulai sekarang. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website dan Instagram kami: @st_entdevice
