Skip to content
logo STI blue-05 (1)
  • Medical
  • Aesthetic
  • Dental
  • About Us
  • Service Center
  • News
    • Aesthetic
    • Medical
    • Dental
  • Career
  • Contact Us
Menu
  • Medical
  • Aesthetic
  • Dental
  • About Us
  • Service Center
  • News
    • Aesthetic
    • Medical
    • Dental
  • Career
  • Contact Us

Home / News / Dental / Bahaya Gigi Berlubang yang Dianggap Sepele

Bahaya Gigi Berlubang yang Dianggap Sepele

  • Admin Web
  • February 24, 2026
  • 2:15 am
  • No Comments

Table of Contents

Banyak orang menganggap gigi berlubang sebagai masalah ringan. Selama belum terasa sakit, sering kali kondisi ini dibiarkan begitu saja. Padahal, gigi berlubang bukan sekadar lubang kecil di permukaan email. Jika tidak ditangani sejak dini, proses kerusakan gigi dapat berkembang secara bertahap dan berujung pada infeksi serius hingga kehilangan gigi. 

Mari kita pahami tahapan tersebut agar tidak lagi meremehkan gigi berlubang.

Caries (Gigi Berlubang)

Gigi berlubang adalah tahap awal ketika bakteri dalam plak menghasilkan asam yang merusak email gigi. Awalnya mungkin hanya berupa bercak putih atau cokelat kecil yang tidak terasa sakit.

Pada tahap ini:

  • Kerusakan masih terbatas di lapisan luar (email).
  • Biasanya belum ada nyeri.
    Perawatan cukup dengan penambalan sederhana.

Namun, jika dibiarkan, bakteri akan terus menembus ke lapisan yang lebih dalam, yaitu dentin. Di sinilah sensitivitas mulai muncul.

Pulpitis (Peradangan Saraf)

Ketika bakteri mencapai pulpa (jaringan saraf di dalam gigi), terjadilah pulpitis.Gejalanya bisa berupa:

  • Sensitif terhadap dingin atau manis.
  • Nyeri tajam sesaat.
  • Kadang muncul nyeri berdenyut.

Pada tahap awal (pulpitis reversibel), kondisi masih bisa pulih jika segera ditangani. Namun, jika infeksi berlanjut, pulpitis menjadi ireversibel, yang ditandai dengan nyeri spontan dan berkepanjangan. Jika tetap tidak diobati, kondisi akan masuk ke tahap berikutnya.

Pulp Necrosis (Saraf Mati)

Ketika peradangan tidak tertangani, aliran darah ke pulpa terganggu dan jaringan saraf akhirnya mati. Inilah yang disebut pulp necrosis. Ironisnya, pada tahap ini rasa sakit bisa berkurang atau bahkan hilang sementara. Banyak pasien mengira masalahnya sudah selesai, padahal infeksi justru semakin dalam.

Karena pulpa sudah mati:

  • Gigi tidak lagi merespons rangsangan. Sehingga, bakteri berkembang bebas di dalam saluran akar.
  • Infeksi mulai menyebar ke ujung akar.
Baca Juga:  Gigi Rusak Parah Karena Kopi, Mitos atau Fakta?

Tahap ini sudah tidak bisa diselesaikan dengan tambalan biasa.

Abses (Infeksi di Ujung Akar)

Ketika infeksi menyebar keluar dari akar, terbentuklah abses, yaitu kumpulan nanah akibat reaksi tubuh terhadap bakteri.

Gejalanya:

  • Nyeri hebat dan berdenyut.
  • Bengkak pada gusi atau pipi.
  • Gigi terasa tinggi saat digigit.
  • Bisa disertai demam.

Pada kondisi ini, infeksi tidak lagi terbatas di dalam gigi, tetapi sudah melibatkan jaringan dan tulang di sekitarnya. Jika tidak segera ditangani, infeksi dapat menyebar lebih luas.

Kehilangan Gigi

Tahap akhir dari gigi berlubang yang diabaikan adalah kehilangan gigi. Pada akhirnya, gigi harus dicabut jika struktur gigi sudah terlalu rapuh, tulang penyangga rusak, dan terjadi infeksi yang berulang. Kehilangan satu gigi dapat memicu:

  • Pergeseran gigi lain.
  • Gangguan pengunyahan.
  • Masalah estetika.
  • Kebutuhan implan atau jembatan gigi.

Solusi Modern dengan Endo-Wiz

Pada kasus lanjut seperti pulp necrosis dan abses, jumlah bakteri di dalam saluran akar biasanya sangat tinggi. Selain itu, struktur saluran akar sangat kompleks dan bercabang. Jika gigi berlubang sudah mencapai tahap infeksi saraf atau bahkan abses, dokter biasanya menyarankan Perawatan Saluran Akar (PSA) untuk menyelamatkan gigi tersebut. Banyak pasien merasa khawatir membayangkan prosedurnya. Padahal, dengan dukungan teknologi modern seperti Endo-Wiz, perawatan kini bisa dilakukan dengan pendekatan yang lebih optimal dan terkontrol. 

Berikut adalah manfaat Endo-Wiz bagi pasien:

  1. Membersihkan bakteri dengan lebih maksimal, sehingga risiko infeksi berulang akan berkurang 
  2. Membantu menyelamatkan gigi alami tanpa perlu dicabut 
  3. Mendukung proses penyembuhan dengan lebih baik 
  4. Proses perawatan lebih cepat dan steril, sebab Endo-Wiz menggunakan energi radio frequency dan plasma, yang membantu perawatan jadi lebih efektif dan efisien. 
Baca Juga:  Jangan Abaikan Gigi Berlubang

Jika kamu mengalami gigi berlubang, segera konsultasikan ke dokter gigi dan tanyakan tentang perawatan dengan dukungan teknologi Endo-Wiz. Endo-Wiz sekarang hadir di OK Dental untuk wilayah Jakarta serta Sherly Indratno and Associates Dental Clinic untuk wilayah Solo, atau kamu bisa hubungi kami melalui: 

Instagram :  @sti.dental
WhatsApp: 0823-1118-9934
Website: stindonesia.com

PrevPreviousPeri Implantitis! Ancaman Tersembunyi Pada Implan Gigi

Need Help or Guidance?

Contact ST Indonesia

PT. SOMETECH INDONESIA
Copyrights @2023, All Rights Reserved

Opening Hours:
Monday – Friday 8am – 5pm

Offices & Branch :

  • Jakarta
    AKR Tower Lt 11 unit 11G
    Jl. Panjang No.5, Kebon Jeruk Jakarta Barat, DKI Jakarta
    INDONESIA
  • Surabaya
    STI - Ruko
    Jl. Raya Kupang Jaya No.B8, Surabaya, Jawa Timur
    INDONESIA
Contact :
  • (021) 533 447 55
  • +62 822-2526-7741
  • admstindo@gmail.com
Follow Us:
  • @sti_medical
  • @st_medicaldevice
  • @st_aes
  • ST Indonesia Medical
  • ST Indonesia Aesthetic

WhatsApp us