Batu ginjal dan saluran kemih adalah salah satu penyakit yang sering dialami tanpa kita sadari. Salah satu penyebabnya adalah karena gejala batu ginjal sering tidak memberikan gejala, ataupun gejala yang menyerupai tanda dari penyakit lain.

Padahal gejala khas dari batu ginjal dan saluran ureter adalah nyeri yang dinamakan nyeri ‘kolik’ pada pinggang, yaitu nyeri khas  berupa nyeri pada salah satu sisi pinggang yang tajam dan sifatnya spasmodik, atau intensitasnya hebat pada satu waktu, dan dapat menurun atau hilang pada beberapa saat selanjutnya, hal ini biasanya disebabkan karena adanya gerakan peristaltik pada saluran ureter yang umumnya disebabkan karena adanya  batu ginjal yang turun ke ureter.

Masalahnya, beberapa penyakit lain juga memiliki gejala sakit pinggang. Gejala itu sering kali disalahartikan sebagai tanda seseorang mengalami problem batu ginjal. Meski demikian, rasa nyeri di pinggang yang merupakan gejala batu ginjal punya ciri khusus, yakni tidak mereda meski mengubah posisi, disertai dengan penjalaran nyeri ke perut bawah, kadang disertai mual dan muntah serta gangguan kencing seperti anyang-anyangan. Orang yang mengalami sakit pinggang biasa umumnya membaik setelah duduk relaks atau berbaring.

Sebagai informasi, terdapat sejumlah penyebab sakit pinggang yang bukan merupakan gejala batu ginjal, di antaranya:

Masalah otot

Otot di perut, punggung, dan bahkan dada bisa menyebabkan gejala sakit pinggang. Adapun penyebab masalah otot meliputi:

Infeksi saluran kemih

Gejala infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh tumbuhnya bakteri dan menginfeksi ginjal dapat juga memberikan nyeri pada pinggang. Karena saluran kencingnya yg relatif lebih pendek, maka infeksi seringkali terjadi pada wanita, walaupun begitu banyak juga pria yang mengalami keluhan infeksi saluran kemih.

Selain sakit pinggang, gejala infeksi saluran kemih adalah dapat disertai demam, meriang serta adanya gejala rasa sakit saat berkemih, dan sering ingin berkemih. Selain itu ditemukannya darah dan leukosit dalam pemeriksaan urine, apalagi bakteri, akan sangat membantu dalam menegakan diagnosis infeksi saluran kemih. Namun begitu, tidak jarang adanya infeksi saluran kemih yang berulang, disebabkan karena adanya batu saluran kemih yang tidak terdeteksi sebelumnya.

Masalah liver, empedu atau pankreas

Liver, empedu dan pankreas berada di bagian perut atau abdomen, tepat di bawah tulang rusuk. Sedangkan ginjal berlokasi di belakang abdomen atau kita namakan retro peritoneal. Karena itu, gejala batu ginjal pada beberapa kasus mirip dengan gejala organ lain disekitarnya. Biasanya, penyakit liver atau pankreas diikuti dengan mual dan nyeri tekan pada bagian ulu hati, dapat juga disertai mata menguning jika terdapat gangguan organ liver dan saluran empedu.

Masalah tulang belakang

Sejumlah masalah tulang belakang juga menimbulkan rasa sakit pinggang serupa gejala batu ginjal. Salah satunya dalam bahasa awam adalah syaraf yang terjepit (HNP maupun osteofit). Nyeri akibat penyakit tulang belakang bisa dirasakan pada salah satu bagian pinggang atau dua-duanya sekaligus, atau menjalar ke kaki, tergantung dari setinggi apa syaraf tulang belakangnya yang terganggu.

Gejala Batu Ginjal

Sakit pinggang khas seperti yang sudah dijelaskan di awal adalah merupakan gejala batu saluran kemih, yang dapat juga diikuti gejala lain yang berhubungan, seperti mual, muntah, anyang-anyangan hingga sulit berkemih. Setiap orang baik tua, muda dengsn jenis kelamia pria maupun wanita, terutama mereka yang tinggal di wilayah dengan iklim tropis seperti Indonesia lebih rentan mengalami  penyakit batu saluran kemih.

Batu ginjal dan saluran kemih seringkali tidak menimbulkan gejala, namun seringkali menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani sejak dini. Untuk itu sebaiknya kita mengenali gejala batu saluran kemih yang berpotensi berbahaya, diantaranya:

Ketika batu ginjal turun dan menyumbat organ saluran kemih bagian bawah yaitu kandung kemih dan urethra, gejala yang muncul dapat berupa:

Dokter umumnya mempersempit dugaan potensi penyebab sakit pinggang dengan meminta riwayat medis pasien. Orang yang pernah memiliki masalah batu ginjal dan saluran kemih bisa kembali mengalaminya, terutama jika memiliki faktor risiko dan tidak mengubah pola hidup. Pasien juga akan diminta menjalani pemeriksaan tambahan untuk membantu dokter memberikan diagnosis yang tepat, antara lain:

Uteroskopi untuk Batu Ginjal

Uteroskopi adalah prosedur untuk melihat ke dalam saluran kemih yang menghubungkan kandung kemih dengan ginjal atau ureter menggunakan alat semacam teleskop kecil melalui uretra atau saluran kemih dari kandung kemih ke luar tubuh. Nama prosedur yang kerap dipakai sebagai metode pengobatan batu ginjal ini sebenarnya adalah ureteroskopi, tapi masyarakat sering menyingkatnya dengan sebutan uteroskopi atau URS.

REDPINE Single-Use Video Flexible Ureterorenoscope-Choledoscope merupakan alat yang mampu memberikan visual bagi dokter untuk melakukan tindakan URS. Alat ini mampu memberikan visual dengan kualitas HD dan mampu melengkung hingga 275 derajat, alatnya pun ringan dan mudah untuk dikendalikan. 

Bagi dokter yang ingin mengetahui lebih ikuti akun sosial media kami di @sti_medical atau hubungi kami via kontak website. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *