
Pernah gak, tiba-tiba gigi kamu berdenyut kaya dentang jantung? Rasanya nyut-nyutan, kadang sampai bikin kepala sakit dan susah tidur. Kalau kamu lagi mengalami hal ini, artikel ini sangat cocok untuk kamu.
Sakit gigi berdenyut adalah salah satu keluhan yang paling umum yang bikin orang akhirnya menyerah dan pergi ke dokter gigi, biasanya setelah dua-tiga hari menahan sakit sambil berharap hilang sendiri. Masalahnya, sakit gigi berdenyut itu jarang hilang sendiri, dan jika semakin lama dibiarkan, semakin besar juga risikonya. Yuk kita bahas satu-satu.
Penyebab Gigi Berdenyut
Rasa nyut-nyutan itu sebenarnya berasal dari sinyal saraf gigi yang sudah mulai parah. Pada tahap awal, rasa ngilu hanya terasa ketika minum dingin atau mengonsumsi makanan manis. Namun, jika dibiarkan, rasa ngilu bisa berubah menjadi nyeri berdenyut yang muncul tanpa henti. Hal ini biasanya terjadi karena:
Gigi berlubang yang sudah dalam
Lubang kecil yang dibiarkan lama-lama bisa menembus lapisan dalam gigi sampai mengenai saraf.
Infeksi pada saraf gigi (pulpa)
Bakteri yang masuk ke dalam gigi bisa menyebabkan peradangan pada jaringan saraf. Hal inilah yang memicu rasa berdenyut di gigi.
Gigi retak atau patah
Kadang gigi yang retak tidak terlihat dari luar, namun retakan kecil bisa membuka jalan bagi bakteri yang masuk ke bagian dalam gigi.
Gusi bengkak akibat infeksi menyebar
Jika infeksi sudah menyebar ke akar gigi, biasanya akan muncul bengkak di gusi atau pipi.
Sudah Minum Obat, Tapi Masih Sakit
Saat nyeri berdenyut, reaksi pertama mayoritas orang adalah langsung mencari obat pereda nyeri di apotik atau warung terdekat. Obat pereda nyeri memang dapat membantu mengurangi rasa sakit untuk sementara. Namun, obat tidak menghilangkan bakteri yang menjadi penyebab infeksi. Itulah sebabnya banyak pasien yang mengeluhkan sakit gigi muncul kembali setelah efek obat habis. Bahkan pada beberapa kasus, rasa sakit menjadi semakin hebat karena infeksi terus berkembang di gigi.
Jadi, kalau beberapa hari sudah minum obat dan sakitnya tetap kambuh, itu jelas adalah sinyal bahwa sudah saatnya harus periksa ke dokter gigi, bukan menambah dosis obat sendiri.
Apakah Harus Dicabut?
Banyak orang mengira jika gigi sakit berdenyut, solusinya adalah cabut gigi. Padahal, kalau kerusakannya masih bisa ditangani, gigi asli sebenarnya masih bisa diselamatkan melalui perawatan saluran akar. Perawatan ini bertujuan untuk membersihkan bagian dalam gigi yang terinfeksi, dengan cara membentuk ulang saluran akarnya, lalu menutup rapat agar bakteri tidak bisa masuk lagi. Setelah itu, gigi biasanya ditutup dengan tambalan atau mahkota gigi supaya bisa digunakan untuk mengunyah kembali. Dengan begitu, rasa sakit dapat diatasi sekaligus mempertahankan gigi asli, tanpa harus dicabut.
PSA dengan Endo-Wiz
Banyak orang masih ragu menjalani PSA, karena prosesnya dianggap lama dan harus berkali-kali datang ke dokter gigi. Namun, perkembangan teknologi membuat perawatan saluran akar menjadi lebih nyaman dan efisien. Salah satunya dengan Endo-Wiz, teknologi yang membantu dokter gigi melakukan pembersihan saluran akar secara lebih optimal.
Dengan Endo-Wiz, prosesnya dapat lebih efisien dan perawatan lebih nyaman untuk pasien. Pada kasus tertentu, PSA dengan Endo-Wiz dapat dilakukan dengan konsep One Day Treatment, sehingga pasien tidak perlu menjalani terlalu banyak kunjungan ke klinik.
Jangan tunggu sampai gigi semakin parah. Jika kamu mulai merasakan gigi tidak nyaman, sebaiknya segera periksa. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang gigi bisa dipertahankan. Segera konsultasikan ke dokter gigi dan tanyakan tentang perawatan dengan dukungan teknologi Endo-Wiz.
Instagram : @sti.dental
WhatsApp: 0823-1118-9934
Website: stindonesia.com
