Skip to content
logo STI blue-05 (1)
  • Medical
  • Aesthetic
  • Dental
  • About Us
  • Service Center
  • News
    • Aesthetic
    • Medical
    • Dental
  • Career
  • Contact Us
Menu
  • Medical
  • Aesthetic
  • Dental
  • About Us
  • Service Center
  • News
    • Aesthetic
    • Medical
    • Dental
  • Career
  • Contact Us

Home / News / Dental / Gigi Terlihat Baik, Tapi Ternyata Infeksi

Gigi Terlihat Baik, Tapi Ternyata Infeksi

  • Admin Web
  • March 27, 2026
  • 9:44 am
  • No Comments

Table of Contents

 

Banyak orang berpikir kalau gigi terlihat putih dan tidak berlubang, berarti pasti sehat. Padahal, tidak selalu begitu. Ada kondisi di mana gigi terlihat normal dari luar, tapi ternyata sudah mengalami infeksi di bagian dalam. Inilah yang sering bikin orang kaget saat tiba-tiba muncul sakit atau bengkak. 

Penyebab Gigi Terlihat Sehat Tapi Terinfeksi

Sekilas, gigi kamu mungkin terlihat baik-baik saja tidak berlubang, tidak hitam, dan tidak terasa sakit. Tapi sebenarnya, masalah pada gigi tidak selalu terlihat dari luar. Infeksi bisa terjadi secara perlahan di bagian dalam gigi tanpa disadari. Karena tidak ada gejala di awal, banyak orang baru menyadarinya saat kondisi sudah cukup parah. Berikut beberapa penyebab kenapa gigi bisa terlihat sehat, tapi ternyata sudah terinfeksi.

  • Infeksi tumbuh dari dalam, bukan dari luar 

Banyak orang mengira infeksi gigi selalu dimulai dari lubang yang terlihat. Padahal, bakteri bisa masuk ke dalam gigi lewat celah atau retakan kecil yang tidak terlihat. Retakan ini bisa terjadi karena sering dipakai mengunyah, kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur, atau karena gigi mulai rapuh. Setelah bakteri masuk, mereka akan bergerak ke bagian dalam gigi (saraf). Di sana, bakteri berkembang tanpa disadari. Akibatnya, bagian luar gigi masih terlihat normal, tapi bagian dalamnya sebenarnya sudah mengalami kerusakan.

  • Tambalan lama yang sudah bocor 

Tambalan gigi baik yang warna putih maupun perak tidak bisa bertahan selamanya. Seiring waktu, tambalan bisa sedikit retak, aus, atau muncul celah kecil di antara tambalan dan gigi. Walaupun celahnya sangat kecil, itu sudah cukup bagi bakteri untuk masuk ke dalam. Karena dari luar tambalan masih terlihat bagus, banyak orang tidak sadar kalau sebenarnya di bawah tambalan sudah mulai ada kerusakan baru. Proses ini biasanya terjadi perlahan tanpa terasa, bahkan bisa berlangsung bertahun-tahun. Jadi, gigi terlihat aman, padahal di dalamnya sudah mulai bermasalah kembali.

  • Gigi pernah terbentur

Meskipun gigi terlihat baik-baik saja dan tidak patah, benturan keras bisa merusak bagian dalam gigi. Akibatnya, saraf gigi bisa perlahan mati. Gigi seperti ini disebut gigi yang sudah tidak hidup. Karena sarafnya sudah tidak berfungsi, gigi jadi tidak terasa sakit meskipun sebenarnya di dalamnya sudah mulai terjadi infeksi. Kadang, warna gigi juga bisa berubah jadi agak keabu-abuan atau kecoklatan. Tapi perubahan ini sering tidak disadari, sehingga banyak orang baru tahu saat kondisinya sudah cukup parah.

  • Infeksi lama yang sering tidak terasa 

Beberapa orang memang tidak terlalu sensitif terhadap rasa sakit, atau tubuhnya menahan infeksi sehingga tidak langsung terasa nyeri. Tapi, ini bukan berarti giginya sembuh, bakteri tetap ada dan terus berkembang di dalam. Lama-kelamaan, bisa terbentuk kantong nanah kecil di ujung akar gigi. Karena sudah berlangsung cukup lama, tubuh jadi seperti terbiasa, sehingga sering tidak terasa sakit sama sekali. Masalahnya, kondisi ini biasanya tidak bisa dilihat dari luar. Baru bisa diketahui lewat rontgen gigi. Yang perlu diwaspadai, infeksi seperti ini bisa tiba-tiba menjadi parah. Misalnya saat kondisi tubuh sedang turun, stres, atau sakit, gigi bisa langsung terasa sangat nyeri dalam waktu singkat.

Baca Juga:  Solusi Modern untuk Infeksi Gigi Membandel

Solusi Perawatan 

Kalau infeksi sudah terjadi di dalam gigi, perawatan harus langsung ke sumbernya. Salah satunya yaitu dengan melakukan perawatan saluran akar. 

Perawatan saluran akar 

Kalau infeksi sudah sampai ke bagian dalam gigi (saraf) atau sudah terbentuk nanah di ujung akar, dokter akan membersihkan bagian dalam gigi secara menyeluruh untuk menghilangkan bakteri. Dengan bantuan teknologi seperti Endo-Wiz, proses pembersihan ini bisa dilakukan lebih maksimal, bahkan sampai ke bagian terdalam yang sulit dijangkau. Teknologi ini juga membantu mengurangi bakteri dengan lebih efektif, sehingga hasil perawatan jadi lebih bersih dan steril. Selain itu, dengan alat ini perawatan yang didapat akan lebih cepat dan nyaman, sebab kamu tidak perlu melakukan kunjungan berulang untuk melakukan perawatan yang sama. 

Jangan tunggu sampai gigi semakin parah. Segera konsultasikan ke dokter gigi dan tanyakan tentang perawatan dengan dukungan teknologi Endo-Wiz. Endo-Wiz sekarang hadir bersama drg. Kim Jae Duk (OK Dental Clinic) serta drg. Sherly Indratno (Sherly Indratno and Associates Dental Clinic) atau kamu bisa hubungi kami melalui:  

Instagram : @sti.dental
WhatsApp: 0823-1118-9934
Website: stindonesia.com

PrevPreviousSudah Minum Obat Berkali-kali, Kenapa Sakit Gigi Tidak Sembuh?

Need Help or Guidance?

Contact ST Indonesia

PT. SOMETECH INDONESIA
Copyrights @2023, All Rights Reserved

Opening Hours:
Monday – Friday 8am – 5pm

Offices & Branch :

  • Jakarta
    AKR Tower Lt 11 unit 11G
    Jl. Panjang No.5, Kebon Jeruk Jakarta Barat, DKI Jakarta
    INDONESIA
  • Surabaya
    STI - Ruko
    Jl. Raya Kupang Jaya No.B8, Surabaya, Jawa Timur
    INDONESIA
Contact :
  • (021) 533 447 55
  • +62 822-2526-7741
  • admstindo@gmail.com
Follow Us:
  • @sti_medical
  • @st_medicaldevice
  • @st_aes
  • ST Indonesia Medical
  • ST Indonesia Aesthetic