
Bau mulut sering dianggap sebagai masalah kecil. Banyak orang mencoba mengatasinya dengan menyikat gigi lebih sering, menggunakan obat kumur, atau mengunyah permen mint. Namun pada beberapa kasus, bau mulut tetap tidak hilang meskipun sudah melakukan berbagai cara. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, bisa menjadi tanda adanya masalah pada kesehatan gigi dan mulut. Bau tidak sedap biasanya muncul karena adanya bakteri yang berkembang di dalam mulut, terutama pada gigi, gusi, atau lidah.
Memahami penyebabnya sangat penting agar masalah ini dapat diatasi dengan tepat.
Mengapa Bau Mulut Sering Terjadi
Secara alami, di dalam mulut terdapat banyak bakteri. Bakteri ini sebenarnya normal dan tidak selalu berbahaya. Namun ketika sisa makanan menumpuk atau kebersihan mulut kurang terjaga, bakteri dapat berkembang lebih banyak. Selain karena sisa makanan, bau mulut juga bisa muncul ketika mulut dalam kondisi kering. Air liur sebenarnya memiliki peran penting untuk membantu membersihkan mulut secara alami. Jika produksi air liur berkurang, bakteri dapat berkembang lebih mudah dan menyebabkan bau mulut. Kondisi ini sering terjadi ketika kamu jarang minum air, ketika bangun tidur, terlalu lama tidak makan atau minum, dan kebersihan gigi maupun lidah yang tidak terjaga dengan baik.
Namun, dalam beberapa kondisi, bau mulut yang tidak kunjung hilang juga dapat menjadi tanda adanya masalah pada gigi atau gusi, seperti gigi berlubang atau peradangan gusi. Karena itu, jika bau mulut terjadi terus-menerus meskipun sudah menjaga kebersihan gigi, sebaiknya segera periksa agar lebih jelas.
Penyebab Bau Mulut
Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi:
Sisa makanan pada gigi
Sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Jika tidak dibersihkan dengan baik, bakteri akan memecah sisa makanan tersebut dan menghasilkan bau yang tidak sedap. Hal ini sering terjadi jika seseorang jarang menggunakan benang gigi atau tidak membersihkan area sela-sela gigi dengan baik.
Gigi berlubang
Gigi berlubang juga dapat menyebabkan bau tidak sedap. Lubang pada gigi dapat menjadi tempat menumpuknya makanan dan bakteri. Jika lubang semakin dalam, bakteri dapat berkembang lebih banyak dan menimbulkan bau yang lebih kuat. Selain itu, gigi berlubang juga dapat menimbulkan rasa ngilu atau nyeri saat makan.
Infeksi gusi
Peradangan atau infeksi pada gusi juga bisa menjadi penyebabnya. Kondisi ini biasanya ditandai dengan beberapa gejala seperti gusi merah dan bengkak, gusi yang mudah berdarah saat menyikat gigi, dan bau mulut yang tidak kunjung hilang.
Cara Mengatasi Bau Mulut
Mengatasi kondisi ini tidak hanya dengan menyegarkan napas, tetapi juga perlu mengatasi penyebab utamanya. Beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu.
- Mengobati masalah gigi yang ada
Jika hal ini disebabkan oleh gigi berlubang atau infeksi gusi, perawatan dari dokter gigi diperlukan agar masalah dapat teratasi secara menyeluruh. Salah satu perawatan yang dijadikan pertimbangan adalah perawatan dengan Endo-Wiz. Endo-Wiz dapat menjaga area saluran akar tetap bersih selama proses perawatan, sekaligus memberikan kontrol yang lebih baik saat tindakan dilakukan. Durasi perawatan yang cepat dan lebih steril, alat ini menjadi rekomendasi yang dapat kamu pertimbangkan.
- Membersihkan lidah
Lidah juga dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri penyebab bau mulut. Membersihkan lidah dapat membantu mengurangi bau tidak sedap.
- Menjaga kebersihan gigi dan mulut
Sikat gigi secara teratur setidaknya dua kali sehari dan bersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi
Jangan tunggu sampai gigi semakin parah. Segera konsultasikan ke dokter gigi dan tanyakan tentang perawatan dengan dukungan teknologi Endo-Wiz. Endo-Wiz sekarang hadir bersama drg. Kim Jae Duk (OK Dental Clinic) serta drg. Sherly Indratno (Sherly Indratno and Associates Dental Clinic) atau kamu bisa hubungi kami melalui:
Instagram : @sti.dental
WhatsApp: 0823-1118-9934
Website: stindonesia.com
