Sumber: Academically (2024)
Banyak pasien merasa bingung ketika gigi yang sudah ditambal ternyata masih terasa sakit. Bukankah tambalan seharusnya menyelesaikan masalah? Pada kenyataannya, rasa nyeri setelah penambalan bisa terjadi karena beberapa faktor, mulai dari kondisi saraf gigi yang sudah terlanjur meradang hingga adanya kebocoran atau infeksi yang belum sepenuhnya teratasi.
Untuk memahami penyebabnya, kita perlu melihat lebih dalam apa yang sebenarnya terjadi di dalam gigi.
Pulpitis Reversible vs Pulpitis Irreversible
Pulpitis adalah peradangan pada jaringan lunak di dalam gigi yang disebut pulpa, yang berisi saraf dan pembuluh darah. Kondisi ini terjadi ketika gigi berlubang sehingga bakteri dapat mencapai pulpa dan memicu peradangan.
Pulpitis Reversible
Merupakan kondisi ketika peradangan masih ringan dan pulpa masih bisa pulih. Pada kondisi ini, tambalan biasanya cukup untuk menghentikan infeksi dan gigi bisa kembali normal. Ciri-ciri pulpitis reversibel, antara lain:
- Nyeri tajam sesaat saat terkena dingin atau manis
- Rasa sakit hilang setelah rangsangan diangkat
- Tidak ada nyeri spontan berkepanjangan
Pulpitis Ireversibel
Merupakan kondisi ketika peradangan sudah parah dan pulpa tidak bisa pulih lagi. Jika gigi dengan pulpitis ireversibel hanya ditambal tanpa membersihkan saluran akarnya, rasa sakit akan tetap muncul karena sumber infeksi (saraf yang terinfeksi) masih ada. Dalam kasus ini, solusi yang tepat bukan sekadar tambalan, tetapi Perawatan Saluran Akar (PSA). Ciri – ciri pulpitis ireversibel, antara lain:
- Nyeri berdenyut
- Sakit spontan tanpa rangsangan
- Nyeri bertahan lama setelah terkena panas/dingin
- Sakit saat malam hari
Indikasi Perawatan Saluran Akar
Jika gigi tetap sakit setelah ditambal, dokter akan melakukan evaluasi klinis dan rontgen untuk menentukan apakah diperlukan PSA. Berikut beberapa indikasi jika gigi memerlukan perawatan saluran akar, yaitu:
- Nyeri spontan atau berdenyut
- Nyeri bertahan lama setelah rangsangan
- Terlihat infeksi pada foto rontgen
- Gigi terasa tinggi atau sakit saat digigit
- Terjadi pembengkakan atau abses
Selain itu, berikut adalah tujuan dari perawatan saluran akar, yaitu:
- Mengangkat jaringan pulpa yang terinfeksi
- Membersihkan saluran akar
- Mendisinflasi area terdalam
- Mengisi dan menutup kembali saluran akar
Peran Endo-Wiz
Dalam perkembangan kedokteran gigi modern, teknologi berbasis Radio Frequency & Plasma seperti Endo-Wiz hadir untuk membantu meningkatkan efektivitas disinfeksi saluran akar.
Disinfeksi lebih mendalam
Endo-Wiz membantu mengurangi mikroorganisme hingga ke cabang mikro saluran akar yang sulit dijangkau instrumen konvensional.
Mengurangi risiko infeksi ulang
Dengan eliminasi bakteri yang lebih optimal, risiko kegagalan PSA akibat sisa infeksi dapat ditekan.
Minim trauma
Endo-wiz membantu proses desinfeksi tanpa merusak struktur dinding akar yang tipis
Proses lebih cepat dan steril
Dengan bantuan Radio Frequency dan plasma, Endo-Wiz dapat menjangkau bakteri yang sulit terlihat. Sehingga, proses perawatan dapat lebih cepat dan steril dari metode konvensional
Jika kamu mengalami sakit gigi berkepanjangan, segera konsultasikan ke dokter gigi dan tanyakan tentang perawatan dengan dukungan teknologi Endo-Wiz. Endo-Wiz sekarang hadir di OK Dental untuk wilayah Jakarta serta Sherly Indratno and Associates Dental Clinic untuk wilayah Solo, atau kamu bisa hubungi kami melalui:
Instagram : @sti.dental
WhatsApp: 0823-1118-9934
Website: stindonesia.com

