Skip to content
logo STI blue-05 (1)
  • Medical
  • Aesthetic
  • Dental
  • About Us
  • Service Center
  • News
    • Aesthetic
    • Medical
    • Dental
  • Career
  • Contact Us
Menu
  • Medical
  • Aesthetic
  • Dental
  • About Us
  • Service Center
  • News
    • Aesthetic
    • Medical
    • Dental
  • Career
  • Contact Us

Home / News / Bahaya Headset: Pakai Terlalu Lama dan Sering Bisa Merusak Pendengaran

Bahaya Headset: Pakai Terlalu Lama dan Sering Bisa Merusak Pendengaran

  • Admin Web
  • February 3, 2026
  • 2:21 am
  • No Comments

Table of Contents

Penggunaan headset sudah menjadi bagian dari gaya hidup modern. Mulai dari mendengarkan musik, menelepon, meeting online, hingga scrolling media sosial—semuanya sering dilakukan dengan headset terpasang di telinga. Namun, di balik kepraktisannya, bahaya headset sering kali tidak disadari. Kebiasaan memakai headset terlalu lama, dengan volume tinggi, dan tanpa jeda istirahat dapat memberikan dampak serius pada kesehatan telinga dan pendengaran.

Bahaya Headset bagi Kesehatan Pendengaran

1. Penurunan Pendengaran Secara Perlahan

Salah satu bahaya headset yang paling umum adalah penurunan pendengaran bertahap. Paparan suara langsung ke telinga dalam waktu lama dapat merusak sel-sel pendengaran, terutama jika volume sering melebihi batas aman.

Masalahnya, penurunan ini sering tidak langsung terasa dan baru disadari saat pendengaran sudah menurun cukup signifikan.

2. Telinga Berdenging (Tinnitus)

Sering mendengar bunyi “nging” atau dengungan setelah memakai headset? Ini bisa menjadi tanda awal gangguan pendengaran.
Tinnitus merupakan salah satu bahaya headset yang sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi sinyal adanya kerusakan pada telinga bagian dalam.

3. Telinga Terasa Penuh dan Tidak Nyaman

Pemakaian headset dalam waktu lama dapat menyebabkan telinga terasa penuh, panas, atau tidak nyaman. Kondisi ini menandakan telinga mengalami kelelahan akibat paparan suara yang terus-menerus.

4. Kebiasaan Menaikkan Volume

Jika kamu sering merasa suara kurang jelas lalu otomatis menaikkan volume, ini bisa menjadi tanda awal gangguan pendengaran. Sayangnya, kebiasaan ini justru memperbesar bahaya headset dan mempercepat kerusakan telinga.

5. Gangguan Konsentrasi dan Komunikasi

Pendengaran yang tidak optimal dapat membuat seseorang lebih sering meminta lawan bicara mengulang kata, sulit fokus, dan cepat lelah saat berkomunikasi—terutama di lingkungan ramai.

Kapan Harus Waspada dan Periksa ke Dokter THT?

Segera konsultasi ke dokter spesialis THT jika mengalami:

  • Telinga berdenging berulang

  • Pendengaran terasa menurun

  • Telinga sering terasa penuh atau tidak nyaman

  • Volume headset terasa “kurang” meski sudah cukup tinggi

  • Sulit memahami percakapan, terutama di tempat ramai

Deteksi dini sangat penting untuk mencegah dampak bahaya headset menjadi permanen.

Pemeriksaan untuk Mengetahui Dampak Bahaya Headset

  • Tes Audiometri

Audiometri adalah pemeriksaan utama untuk mengukur kemampuan pendengaran seseorang terhadap berbagai frekuensi suara.
Tes ini membantu dokter mengetahui:

  • Apakah terjadi penurunan pendengaran

  • Tingkat dan jenis gangguan pendengaran

Audiometri sangat penting bagi pengguna headset aktif untuk mengetahui kondisi pendengaran sejak dini.

  •  Tes OAE (Otoacoustic Emission)

Tes OAE berfungsi untuk menilai kesehatan sel pendengaran di telinga bagian dalam (koklea).
Pemeriksaan ini mampu mendeteksi gangguan pendengaran bahkan sebelum keluhan terasa berat, sehingga cocok sebagai skrining awal akibat bahaya headset jangka panjang.

Cara Mengurangi Bahaya Headset

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  • Gunakan volume maksimal 60%

  • Batasi pemakaian maksimal 60 menit tanpa jeda

  • Istirahatkan telinga secara rutin

  • Gunakan headset dengan kualitas suara yang baik

  • Lakukan tes pendengaran secara berkala

Headset memang memudahkan aktivitas sehari-hari, tetapi jika digunakan tanpa kontrol, bahaya headset bisa berdampak serius pada kesehatan pendengaran. Jangan tunggu sampai pendengaran menurun—lakukan pencegahan dan pemeriksaan sejak dini.

Pendengaran adalah aset jangka panjang yang perlu dijaga mulai sekarang. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website dan Instagram kami: @st_entdevice

Baca Juga:  Capek Ngomong di Zoom atau Webinar? Bisa Jadi Voice Fatigue!
PrevPreviousSisa Akar Gigi Tidak Sakit, Tapi Berbahaya!
NextSaluran Akar Gigi: Mengapa Perlu Dirawat, Bukan DicabutNext

Need Help or Guidance?

Contact ST Indonesia

PT. SOMETECH INDONESIA
Copyrights @2023, All Rights Reserved

Opening Hours:
Monday – Friday 8am – 5pm

Offices & Branch :

  • Jakarta
    AKR Tower Lt 11 unit 11G
    Jl. Panjang No.5, Kebon Jeruk Jakarta Barat, DKI Jakarta
    INDONESIA
  • Surabaya
    STI - Ruko
    Jl. Raya Kupang Jaya No.B8, Surabaya, Jawa Timur
    INDONESIA
Contact :
  • (021) 533 447 55
  • +62 822-2526-7741
  • admstindo@gmail.com
Follow Us:
  • @sti_medical
  • @st_medicaldevice
  • @st_aes
  • ST Indonesia Medical
  • ST Indonesia Aesthetic

WhatsApp us